RADARINDO.co.id – Pakpak Bharat : Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mitsyuhito Solin, Dr, M.Pd, menerima audensi perwakilan Bakti Tanoto Foundation di ruang rapat garuda, kantor Bupati Pakpak Bharat, baru-baru ini.
Kunjungan rombongan perwakilan Tanoto Foundation yang dipimpin Meriyen Silalahi (Program Implementation Lead Jakarta) ini, dalam rangka membahas perpanjangan kerjasama penanganan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.
Baca juga: Wabup Pakpak Bharat Terima Rombongan Pelaksana KKN Unimed
“Kita semua menyadari bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga adalah ancaman serius bagi kualitas Sumber Daya Manusia dan masa depan bangsa,” katanya.
Dikatakannya, dampak jangka panjang stunting terhadap perkembangan kognitif, fisik dan produktifitas generasi penerus tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu percepatan penurunan stunting menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Kerjasama dengan Yayasan Bakti Tanoto Foundation dalam fokus percepatan penurunan stunting adalah strategis dan wujud komitmen bersama untuk terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.
Sementara itu, Meriyen Silalahi, memaparkan tentang laporan pendampingan teknis penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat yang dilakukan oleh Bakti Tanoto Foundation selama periode tahun 2024.
“Kerjasama yang telah kita jalin sebelumnya terbukti telah memberikan kontribusi yang signifikan, khususnya penurunan stunting di desa Kuta Meriah dan Majanggut I,” jelas Meriyen Silalahi.
Meriyen menjelaskan, Bakti Tanoto Foundation berdiri sejak 1981 di Besitang, Sumatera Utara. Yayasan ini didirkan oleh Sukanto Tanoto bersama Tinah Bingei Tanoto berdasarkan filosofi bahwa pendidikan berkualitas dapat mempercepat kesetaraan peluang.
Berdasarkan hasil Survay Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting Kabupaten Pakpak Bharat mencapai 28,9 persen, turun 1,9 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Perkara Komoditas Emas, 7 Terdakwa Dituntut 8 Hingga 12 Tahun Penjara
Sementara berdasarkan data E-PPBGM tahun 2024, dua desa lokasi lokasi khusus binaan Yayasan Tanoto Foundation yakni desa Kuta Meriah dan Majanggut I terbukti mengalami penurunan prevalensi stunting yang cukup siginifikan.
Yakni Desa Majanggut I turun 26,70 persen dari 42,50 persen ditahun sebelumnya. Sedangkan Desa Kuta Meriah turun sebesar 13 persen dari 28 persen ditahun sebelumnya. (KRO/RD/M Berutu)







