BUMN  

Petani Sawit Sejumlah Provinsi Ikuti Kemitraan PTPN IV Regional III

RADARINDO.co.id – Riau : Petani sawit yang datang dari sejumlah provinsi, melakukan kunjungan ke PTPN IV PalmCo Regional III, Provinsi Riau, baru-baru ini. Para petani tersebut datang dari Provinsi Aceh, Jambi, dan Lampung.

Baca juga: Sejumlah Kades di Pelalawan Diperiksa Kasus Dugaan Pungli dan Penerbitan SKT

Kehadiran para petani yang bermitra dengan PTPN IV dari masing-masing provinsi asal tersebut, untuk mempelajari sekaligus mengadopsi pola kemitraan petani dalam mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR) yang berlangsung di Riau.

Salah satu petani sawit asal Provinsi Nangroe Aceh, Muntasi, sangat antusias menyimak diskusi yang penuh dengan ilmu pengetahuan itu. Ia percaya, pengetahuan, pengalaman dan ilmu yang diperoleh akan mengubah pola kemitraan di kampungnya ke arah yang lebih baik.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari medio Juni 2025 ini, mereka berkunjung dan berinteraksi langsung dengan ratusan petani mitra perusahaan di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu.

“Luar biasa. Kami sangat berharap keberhasilan yang diraih disini bisa diterapkan di Aceh. Setidaknya ada empat hal penting yang kami pelajari dari sini yang Insya Allah bisa terapkan,” kata Muntasir.

Menurut pria yang juga ketua kelompok tani Produsen Mulia Jaya Aceh tersebut, kebijakan kemitraan dengan pola manajemen tunggal atau single management, menjadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan PTPN IV PalmCO Regional III Riau di berbagai kabupaten Provinsi Riau.

Melalui pola tersebut, kultur teknis petani mitra akan setara dengan standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai melengkapi pola off taker atau pendampingan perusahaan kepada petani selama proses peremajaan sawit berlangsung. Salah satu wujud pola tersebut adalah skema cash for works untuk para petani mitra sehingga tetap mendapatkan penghasilan selama peremajaan berlangsung.

PTPN IV juga menawarkan program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat, pendamping, pelatihan kepada para petani sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan.

SEVP Operation PTPN IV Regional III, Yuhdi Cahyadi, menyambut hangat kunjungan rombongan studi banding ini, dan mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajang pertukaran pengalaman serta pembelajaran mengenai pengelolaan kebun plasma kelapa sawit dan program PSR.

PTPN IV Regional III katanya, merupakan salah satu korporasi dengan kemitraan terbesar di Indonesia dengan total areal mencapai 56.000 hektare, atau 60 persen dari total HGU seluas 76.000 Ha.

Baca juga: Kejari Ponorogo Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana BOS, Kerugian Rp25 Miliar

Tidak hanya memperkuat petani melalui program kemitraan, PTPN IV Regional III, turut menyediakan bibit sawit unggul bersertifikat. Hingga kini, tak kurang 2 juta bibit sawit unggul berseritifikat yang berada di tujuh sentra pembibitan PTPN IV Regional III telah diserap para petani swadaya.

“Melalui studi banding ini, kami ingin berbagi pengalaman untuk saling memperkuat satu sama lain. Tanpa petani plasma, perusahaan tidak akan berkembang. Sebaliknya, petani juga sangat terbantu oleh kemitraan yang adil dan transparan,” kata Yudhi. (KRO/RD/Tim)