Polda Sumut Ringkus 2 Pelaku Pelemparan Batu Bus

239

RADARINDO.co.id – Medan : Polda Sumut dari tim jatantras dan Sat Reskrim Polres Batu Bara berhasil menangkap 2 orang pelaku pelemparan Bus penumpang umum yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang penumpang, yang terjadi Jumat (29/4/2022) sekira pukul 09:30 wib.

Baca Juga : Wabup Labusel Pimpin Apel Gabungan Pasca Libur Idul Fitri

Demikian disampaikan dalam komprensi pers yang di gelar dihalaman belakang Polda Sumut, Senin (9/5/2022).

Dirkrimum Polda sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja memaparkan kasus didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi dan Kasubbid Penmas Kompol Herwansyah Putra dan kasat Reskrim Polres Batu bara.

Tatan mengatakan bahwa kejadian pelemparan batu Bus Sartika bukan ada kaitannya dengan tindak kriminalitas atau gangguan keamanan terhadap pelaksanaan perayaan Hari Raya Idulfitri.

Adapun motip dari kasus tersebut adalah bermotif sakit hati kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (29/4/2022) sekira pukul 9.30 wib, di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi Indrapura, Desa Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Pelemparan batu atas Bus Sartika tersebut rupanya sampai memakan korban seorang yang masih berstatus pelajar bernama Yaitul MA (18), Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Batu bara.

Adapun kedua tersangka yang berhasil di bekuk yaitu ES (37) yang berperan sebagai otak pelaku dan BSF (28) yang berperan sebagai exsekutor. Yg melempar mobil tersebut.

Dari kasus tersebut dukumpulkan lah barang bukti berupa satu buah hp Batu yang digunakan untuk melempar Bus Sartika, 1 unit sepeda motor, ATM Mandiri, juga mobil yang menjadi korban pelemparan tersebut.

Dari aksi pelemparan tersebut rupanya eksekutor di beri uang sebesar Rp300 ribu oleh otak pelaku tersebut.

Baca Juga : Hari Pertama Masuk Kerja DPRD Medan, Begini Kata Sekwan

amun karena aksi pelemparan batu tersebut sempat viral di Mensos otak oelaku menambah lagi uang kepada eksekutor tersebut sebanyak Rp 3000 ribu untuk biaya melarikan diri, ungkap Tatan.

Kedua pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban namun atas perbuatannya tersebut kedua pelaku dijerat dengan pasal 355 ayat 2 Sub pasal 353 ayat 3 Sub ayat 351ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(KRO/RD/HD)