Polisi Ungkap Kematian Rita, Pelaku Pembunuh Diduga Suaminya

65

RADARINDO.co.id – Medan : Pihak Kepolisian mengungkap penyebab kematian Rita Jelita (24) yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya, Jalan Gelugur Rimbun Desa Sei Mencirim, Sunggal, Deli Serdang, Rabu (01/06/2024) lalu.

Awalnya, Rita Jelita Sinaga disebut-sebut gantung diri usai tidak mendapat izin oleh suaminya Lie Pin Chien alias Jhoni (42) untuk bertamasya. Peristiwa berawal saat keluarga korban mendapat kabar dari terduga pelaku Lie Pin Chien alias Jhoni yang menyatakan bahwa Rita Jelita Sinaga meninggal dunia akibat bunuh diri dirumahnya.

Baca juga : Pemberhentian Perangkat Desa Perkebunan Sei Balai Sesuai Prosedur

Mendapat kabar tersebut, keluarga korban langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setibanya di lokasi, keluarga korban menemukan Rita sudah tidak bernyawa.

Merasa janggal, keluarga korban yakni Barita Sinaga, kemudian membuat Laporan Polisi nomor : LP / B / 988 / VI / 2024 / SPKT / POLSEK SUNGGAL, tanggal 05 Juni 2024. Barita bersama keluarganya meminta pihak kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jasad anak kandungnya itu.

“Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Poslek Sunggal yang dipimpin Kanit Reskrim, AKP Suyanto Usman Nasution, melakukan penyelidikan dengan memeriksa pelapor dan saksi-saksi. Hasil visum menunjukan Rita Jelita merupakan korban pembunuhan. Berdasarkan catatan tersebut, petugas langsung menangkap pelaku Lie Pin Chiendi di Desa Sei Mencirim pada 07 Juni 2024 sekira pukul 13.00 Wib,” ungkap Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat SH MH di Mapolsek Sunggal Jalan Tb Simatupang Medan, Minggu (16/06/2024).

Baca juga : Dinas PUTR Kabupaten Humbahas Diduga Rugikan Keuangan Negara

Dari pengakuan terduga pelaku Lie Pin Chien alias Jhoni, korban Rita Jelita meminta bertamasya ke Berastagi. Pelaku keberatan dan korban terus memaksa hingga hilang kesabaran dan mencekik leher korban hingga tewas.

Saat warga dan polisi mendatangi lokasi, korban sudah meniggal dunia, tergeletak di lantai dapur. Warga juga menemukan sebuah sarung tergantung tepat diatas korban tewas. Hal ini membuat warga mengira Rita Jelita telah bunuh diri.

“Usai membunuh korban, pelaku panik dan menyusun rencana untuk menutupi perbuatannya telah membunuh korban. Pelaku mengambil sebuah sarung dan menggantungkannya di atap dapur, serta membawa korban ke dapur tepat dibawah sarung yang telah tergantung tersebut. Pelaku memanggil warga untuk memberi kabar Rita Jelita telah bunuh diri,” terang Kompol Bambang G Hutabarat.

Atas perbuatannya dengan sengaja mengilangkan nyawa orang lain, pelaku disangkakan Pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan penjara seumur hidup atau hukuman mati. (KRO/RD)