BUMN  

PTPN IV PalmCo Bersama BOSF Rehabilitasi Tiga Orangutan Kalimantan

RADARINDO.co.id – Medan : Sub Holding PTPN III (Persero) PTPN IV PalmCo bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), melakukan rehabilitasi tiga orangutan Kalimantan.

Langkah ini bukan sekadar bagian program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), namun komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Tiga individu orangutan bernama Christina, Oka, dan Zahri, akan menjalani proses rehabilitasi hingga siap dilepasliarkan ke habitatnya.

Baca juga: AKP Rudi Saputra: Tak Ada Ruang Bagi Penyalahguna Narkotika di Langkat

“Keberadaan orangutan adalah simbol keseimbangan hutan tropis Indonesia. Dengan mendukung rehabilitasi ini, kami ingin memastikan bahwa bisnis dan konservasi dapat berjalan beriringan,” kata Direktur Utama (Dirut) PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip, Jum’at (03/10/2025).

Dalam kegiatan penyerahan bantuan yang dilakukan di Samboja, Kalimantan Timur, Jum’at lalu, jajaran pimpinan PalmCo hadir langsung, termasuk Direktur Hubungan Kelembagaan, Irwan Perangin Angin dan Komisaris, Arie Yuriwin.

Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa dukungan terhadap konservasi bukan sebatas program simbolis. “Konservasi tak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” sebut Irwan.

Ia menekankan bahwa kemitraan dengan BOSF akan terus diperluas, tidak hanya dalam bentuk rehabilitasi, tetapi juga melalui edukasi lingkungan dan pencegahan konflik antara manusia dan satwa.

Menurut Irwan, industri sawit yang bertanggungjawab seharusnya mampu menunjukkan kontribusi konkret terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. “Kami tidak berhenti pada program ini. Ini adalah langkah awal dari kerjasama jangka panjang,” tukasnya.

Selaras dengan itu, Komisaris, Arie Yuriwin, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis. “Pelestarian bukan pilihan, tapi kewajiban. Dunia usaha harus menjadi motor penggerak keberlanjutan,” tegasnya.

Baca juga: MTI Sebut Persoalan ‘BL BK’ Bisa Ganggu Kelancaran Aktivitas Logistik

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dikenal sebagai spesies kunci dalam ekosistem hutan hujan tropis. Keberadaan mereka menjadi indikator kesehatan hutan. Menyelamatkan orangutan berarti turut menjaga hutan Indonesia, salah satu paru-paru dunia. (KRO/RD/SI)