RADARINDO.co.id – Jakarta : PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo), Subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III Persero), menjalin kerjasama strategis dengan Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU).
Kerjasama tersebut guna memperkuat riset terapan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang digitalisasi perkebunan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus USU, Medan, pekan lalu.
Baca juga: PT RPN Kolaborasi dengan Barantin Dorong Sinergi Riset dan Regulasi
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa transformasi digital bukan sekadar upaya mempercepat proses bisnis, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat pengelolaan risiko dan peningkatan kualitas SDM.
“Perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau tanah, tetapi tentang manusia dan seluruh sumber daya yang dikelola di dalamnya. Tujuan akhirnya adalah memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak pihak,” ujar Jatmiko dalam keterangannya diterima, Kamis (20/11/2025).
PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600.000 hektar areal perkebunan dengan sekitar 70.000 karyawan yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Skala besar ini, menurut Jatmiko, menuntut sistem kendali berbasis data untuk meminimalkan dua risiko utama: risiko operasional dan risiko investasi.
Melalui penerapan teknologi digital, PalmCo berupaya memperluas rentang kendali secara efektif dan efisien. Salah satu inovasi utama yang telah diterapkan adalah PalmCo Business Cockpit (PBC), sistem informasi terintegrasi yang menampilkan data operasional dan finansial secara real time.
Operator PBC berasal dari unit kebun dan pabrik yang bertugas secara bergilir. Pola ini, kata Jatmiko, mendorong pemerataan kemampuan analisis digital di seluruh lini kerja PalmCo.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah platform pendukung, seperti Agroview untuk pemantauan aset dan kondisi kebun jarak jauh, D-Farm untuk pencatatan aktivitas harian di lapangan, serta Intank untuk pemantauan volume dan kualitas persediaan secara langsung.
“Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) kami manfaatkan untuk mendorong efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil,” ujar Jatmiko.
Ia menegaskan, digitalisasi di PalmCo bukan semata urusan otomasi, melainkan bagian dari strategi tata kelola yang lebih transparan, efisien, dan terukur.
Dengan berbagai inisiatif transformasi digital yang telah dijalankan PalmCo tersebut, Dekan Fakultas Vokasi USU, Prof. Isfenti Sadalia, menyambut baik kemitraan ini.
Ia menilai, keterlibatan dunia industri seperti PalmCo sangat penting dalam membangun kurikulum dan riset vokasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
“Kerjasama ini menjadi jembatan penting antara kampus dan industri. Mahasiswa kami akan belajar langsung dari praktik terbaik digitalisasi di sektor perkebunan,” ucap Isfenti.
Menurutnya, kemitraan riset dan pelatihan seperti ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat kesiapan lulusan untuk menghadapi tantangan industri berbasis teknologi.
Kolaborasi PalmCo dan USU menunjukkan arah baru bagi sektor perkebunan nasional, bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan fondasi utama dalam membangun tata kelola modern yang berkelanjutan.
Baca juga: Jelang Nataru, PalmCo Salurkan Bantuan 74 Gereja di Sumatera-Kalimantan
Dalam konteks ini, PalmCo berperan sebagai salah satu motor transformasi di tubuh Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III (Persero)), dengan pendekatan berbasis data dan peningkatan kompetensi SDM sebagai poros utamanya.
Langkah sinergis ini diharapkan memperkuat arah pembangunan perkebunan nasional yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (KRO/RD/Red)







