RADARINDO.co.id – Jakarta : PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, sub Holding PTPN III (Persero), mengundang puluhan petani sawit dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia untuk mengunjungi kantor pusat di Jakarta.
Sebanyak 42 orang petani dari 38 lembaga pekebun yang didampingi pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR), diterima Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa dan Direktur Hubungan Kelembagaan, Irwan Perangin-angin, di Gedung Agro Plaza Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Baca juga: Tak Ingin Dikriminalisasi, Jurnalis Gugat UU Pers ke MK
“Kami sangat bersyukur, pada momentum bulan kemerdekaan ini, kita dapat bersilaturrahmi dengan perwakilan petani sawit yang ada di Nusantara,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, para petani tersebut turut berjasa dalam membangun ekonomi bangsa melalui produksi tandan buah segar sawit mereka yang kemudian di olah menjadi CPO ataupun produk turunan lainnya.
Sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energi di dalam serta luar negeri, tapi juga membuka lapangan pekerjaan sampai mendatangkan devisa bagi negara.
Puluhan petani yang sengaja diundang PalmCo itu datang dari beragam provinsi dan pulau seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Palembang, Jawa Barat, hingga beberapa titik di pulau Kalimantan dan Sulawesi.
Diluar perjalanan pergi dan kembali, aktivitas utama dilangsungkan selama dua hari. Acara diawali dengan pertemuan dan diskusi langsung antara petani dengan direksi, menyaksikan proses kerja dan digitalisasi perusahaan melalui dashboard yang ada di kantor Jakarta.
Kemudian di hari berikutnya para peserta menerima pembekalan teknis dan pengembangan kapasitas yang dilangsungkan di Kota Bandung, Jawa Barat. Tidak hanya mempersiapkan acara, PalmCo juga memfasilitasi penuh transportasi dan akomodasi petani.
Disebutkan Jatmiko, pihaknya ingin menyatukan visi pekebun sawit smallholders, utamanya dalam kondisi tantangan industri edible oil (minyak yang dapat dimakan) global hari ini. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terlena dengan status sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Lebih jauh, Jatmiko menegaskan, program Peremajaan Sawit Rakyat yang dicanangkan pemerintah bisa menjadi game changer dalam mendongkrak produksi minyak sawit nasional.
Baca juga: Pembangunan Toilet Umum Disdukcapil Deli Serdang Diduga Mark Up
Sebab, kebun sawit rakyat yang secara komposisi memiliki porsi terbesar dari luas perkebunan sawit di Indonesia, produktivitas CPO-nya berada jauh dibawah pelaku sawit lain akibat usia tanaman yang sudah tua.
Eks Direktur Utama PTPN V yang sekarang disebut PTPN IV Regional III itu mengakui bahwa pihaknya memiliki tugas khusus mengenai PSR, yang sejatinya nyata dijalankan secara konsisten sejak dirinya memimpin PTPN V Riau tahun 2019 silam. (KRO/RD/Tim)







