BUMN  

PTPN VI Dukung UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Dirikan Lembaga Konservasi

RADARINDO.co.id-Jambi: Direktur PTPN VI mendukung Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi mendirikan lembaga konservasi oleh perusahaan perkebunan milik negara di Jambi.

Baca juga : Program Sedekah Gulma PTPN VIII Untuk Hasilkan Produk Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi

“Kami dari PTPN VI mendukung gagasan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mendirikan lembaga konservasi untuk perkembangan dunia pendidikan di Provinsi Jambi,” kata Direktur PTPN VI M Iswan Achir, di Jambi Selasa, sesuai siaran pers yang diterima RADARINDO.CO.ID.

Pihak PTPN dalam pertemuan itu didampingi SEVP Operation Oshutri Anwar, menyambut dan berdiskusi dengan Rektor UIN Prof Dr H Su’aidi, Wakil Rektor 1 Dr Rofiqoh Ferawati, M.EI dan Wakil Rektor III Dr Bahrul Ulum, MA, di Aula PTPN VI.

Rektor Prof. Su’aidi menjelaskan perlunya dukungan semua pihak dalam menyiapkan sarana dan prasarana kampus sebagai tempat belajar diantaranya dukungan PTPN dalam membentuk lembaga konservasi.

Lembaga Konservasi sebagai wadah dalam pengembangbiakan terkontrol, penitipan satwa, menjaga kemurnian genetik satwa penyelamatan satwa dan paru-paru kota.

Baca juga : Melalui PTPN XIII, Holding Perkebunan Serahkan Beasiswa Kepada Mahasiswa di Kalimantan

UIN Jambi akan menjadi Perguruan Tinggi pertama yang memiliki Lembaga Konservasi,” kata Su’aidi. Dalam pertemuan itu, PTPN VI mendukung Lembaga Konservasi UIN Jambi sebagai tempat edukasi, rekreasi dan pariwisata sehat, disamping sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“PTPN VI dan UIN STS Jambi segera menjalin kerjasama dengan menyiapkan MoU,” kata Direktur PTPN VI M Iswan Achir dengan nada optimis.

Pihak perusahaan perkebunan negara itu juga akan menyumbangkan dua ekor rusa tutul sebagai tambahan koleksi Lembaga Konservasi UIN Jambi yang dalam waktu dekat segera diwujudkan.

“Secara pribadi saya bersedia menjadi orang tua asuh beasiswa LSTF (Locomotive Social Trust Fund) bagi penghafal Al Quran”, kata Iswan Achir.

(KRO/RILIS/JULI SIBURIAN)