Purbaya Buka Suara Soal Suntikan Dana Rp50 Triliun ke INA

RADARINDO.co.id – Jakarta : Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara soal suntikan dana ke Indonesia Investment Authority (INA), yang diusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga: Korlantas Polri Terbitkan BPKB Elektronik

Namun, tak serta merta, Purbaya memberi syarat jika lembaga investasi itu ingin kucuran dana Rp50 triliun. Purbaya mengatakan, alasannya di awal tidak mau kucurkan dana ke INA, karena tidak diinvestasikan di sekor riil, tapi obligasi.

“Saya enggak mau ngasih uang ke sana (INA), uangnya dibelikan bond lagi. Buat apa?. Mending saya kurangin bond saya,” kata Purbaya, di Jakarta, dikutip, Jum’at (24/10/2025).

Menurutnya, Danantara sebagai Badan Pengelola Investasi (BPI) terlalu bergantung pada instrumen obligasi. Padahal, baik Danantara dan INA, menurutnya punya kemampuan menyerap investasi dari luar negeri.

Mengingat keduanya adalah sovereign wealth fund (SWF). “INA kan harusnya mengundang investor asing, kan sovereign wealth fund bukan domestik saja,” terangnya.

Walau demikian, Purbaya mengaku siap mengguyur dana puluhan triliun. Jika memang ingin diinvestasikan di sektor riil.

“Kalau dia butuh duit beneran ekspansi kebetulan ya sudah kita dukung, tapi kalau masih banyak uangnya di bond, di obligasi, ngapain kita dukung?,” tukasnya.

Baca juga: Kasus Korupsi Jalan Sumut, Usai Offroad Survei Langsung OTT

Sebelumnya, Luhut meminta pemerintah mengucurkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp50 triliun setiap tahun ke INA. Dana tersebut dinilai berpotensi besar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional bersama BPI Danantara.

Menurut Luhut, potensi dana tersebut dapat menarik aliran modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya peran sektor swasta untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen. (KRO/RD/Fj)