Revitalisasi Gedung SMPN 20 Tangsel Tuai Protes

RADARINDO.co.id – Tangsel : Revitalisasi gedung SMPN 20 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai protes dari warga Komplek Permata Pamulang. Akibatnya, revitalisasi gedung sekolah dihentikan sementara.

Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika menegaskan, rencana pembangunan telah dikomunikasikan dengan sejumlah pihak terkait dan dilakukan sesuai prosedur.

Baca juga: Sapi Kurban Pilihan Prabowo Mati Mendadak, Diduga Diracun

“Saya sudah meminta izin agar tidak ada hambatan saat proses pembongkaran. Sudah kami bahas dengan Pak Lurah, staf kelurahan, Sekretaris Lurah, dan Pak RW,” jelas Frida, Kamis (15/5/2025).

Sebagai kepala sekolah yang baru ditempatkan, revitalisasi sekolah ini penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan ruang belajar, seiring dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah.

“Lahan kami hanya sekitar 2.300 meter persegi. Ketika penerimaan siswa baru, kami hanya bisa menampung sedikit. Maka sejak saya ditempatkan disini, saya ingin membenahi kondisi fisik sekolah agar lebih layak,” ujar Frida.

Terkait keluhan warga yang mengaku tidak pernah diajak musyawarah, Frida menyebutkan, pihak sekolah sebenarnya telah melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan RW 04 sebelum proyek dimulai.

Meski demikian, Frida tak menampik bahwa belum semua komunikasi berjalan efektif, terutama dengan warga yang tinggal paling dekat dengan sekolah. Ia menyadari pentingnya dialog langsung agar kesalahpahaman dapat dihindari.

“Sebelum ada aksi penolakan, sebenarnya warga sempat menghubungi saya melalui WhatsApp untuk mengatur pertemuan. Tapi waktu itu saya sedang fokus mempersiapkan ujian siswa kelas IX, jadi belum sempat merespons,” ujarnya.

Menurut Frida, situasi ini bukan merupakan konflik, melainkan kendala komunikasi yang akan segera dibenahi. Diharapkan, kedepannya seluruh pihak bisa duduk bersama agar pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan ketegangan di lingkungan sekitar.

Baca juga: Diduga Korupsi DD Rp600 Juta, Kades Lale Terancam 20 Tahun Penjara

Untuk diketahui, proyek revitalisasi SMPN 20 saat ini sedang dihentikan sementara, menyusul aksi protes warga yang menolak pembangunan karena merasa tidak dilibatkan sejak awal.

Warga mengaku khawatir proyek tersebut akan berdampak pada kenyamanan dan keamanan lingkungan, terutama jika terjadi peningkatan kapasitas siswa atau penambahan bangunan bertingkat tanpa kajian sosial yang memadai. (KRO/RD/Komp)