SOP Tak Jelas, Objek Wisata Pulau Cinta Bakal Kembali “Makan” Korban

100

RADARINDO.co.id – Kampar : Objek Wisata Pulau Cinta kini tak ramah lagi bagi pengunjung. Telah banyak nyawa yang melayang hanya karena kelalaian pengelola dalam menjaga keselamatan para pengunjung yang ingin menikmati suasana alam. Bahkan, kini objek yang dulu cukup jadi primadona kini bagai salah satu pulau “pencabut nyawa”.

Objek Wisata Pulau Cinta yang berada di Dusun Teluk Jering Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar itu telah beroperasi sekitar 6 tahun. Meskipun objek wisata ini baru beroperasi 6 tahun, namun telah menelan korban sebanyak 5 orang dari berbagai wilayah.

Baca juga : Pagelaran Projek P5 SMAN 2 Siak Hulu Sukses

Sungguh sebuah harga yang harus dibayar mahal harus dengan nyawa hanya karena dugaan ketidakpedulian pada standar keselamatan (SOP). Bahkan korban terbaru juga terjadi tidak jauh dari objek wisata tersebut, yakni seorang mahasiswa yang sedang berkemah di Dusun Teluk Jering.

Korban terakhir yang tenggelam pada Sabtu 03 Juni 2023 lalu adalah salah seorang mahasiswa Politeknik Caltex Rumbai bernama Candra Ari Kusuma dan ditemukan 4 hari setelah dinyatakan hilang (tenggelam) di aliran sungai Kampar, yang lebih dikenal Teluk Jering atau Pulau Cinta.

Dari pantauan, Senin (12/6/2023), seluruh aspek keselamatan dan keamanan masih dianggap hal enteng oleh pengelola. Meskipun manajemen pengelola objek wisata Pulau Cinta telah berganti tapi belum nampak perbaikan yang berarti.

Menurut salah seorang warga Teluk Jering, sejak dikelola oleh Hasan Basri sebenarnya sudah ada perbaikan dari yang lama. Namun masih dalam tahap melengkapi semua hal-hal yang dibutuhkan. Untuk petugas keamanan dan keselamatan hanya menjalankan tugas saat hari libur saja, sedangkan pada hari biasa tidak ada.

“Seharusnya soal standar keselamatan bukan harus melihat hari, karena harga nyawa manusia sangat tinggi nilainya. Malaikat maut tidak pandang hari dan waktu dalam mencabut nyawa. Baik saat pengunjung ramai maupun sepi. Standar keselamatan tidak boleh diabaikan meskipun pengunjung sepi. Kelengahan pengelola akan membawa bencana bagi para pengunjung,” ucapnya.

Soal mahasiswa yang tenggelam, berkemah lebih kurang 200 meter dari Pulau Cinta. Disana mereka menyewa hamparan dipinggir sungai untuk melakukan perkemahan dan juga ospek. Bahkan ada kegiatan yang pakai acara tutup mata dan juga sampai masuk kedalam kubangan.

Baca juga : Ketua TP PKK Batu Bara Hadiri Pelatihan Menjahit

“Mereka berkemah telah minta izin kepada RT, tapi tidak sampai minta izin kepada Kepala Desa. Tanpa izin RT tentu mereka tidak bisa berkemah. Alasan RT tidak perlu diberitahu kepada Kades karena yang berkemah sedikit maka tidak perlu disampaikan,” terangnya.

Soal izin yang diberikan oleh RT, awak media mencoba mengklarifikasi kepada Ketua RT. Namun saat dijumpai kerumahnya Ketua RT sedang tidak ditempat. Sementara, Kades Teluk Kenidai, Budi Setiawan mengaku tidak mengetahui ada mahasiswa yang berkemah. (KRO/RD/SM)