RADARINDO.co.id – Medan : Kepala SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Sumatera Utara (Sumut), mengaku resah lantaran kerap mendapat surat pemberitahuan aksi unjukrasa dari oknum yang mengaku pengurus lembaga dan organisasi mahasiswa.
Baca juga: Dinilai Kinerja Tak Becus, GMNI Desak Copot Kajati Sumut
Kegelisahan itu dirasakan oleh para Kepala Sekolah (Kepsek) karena isi suratnya terkesan mengancam, akan membongkar dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) pada aksi unjukrasa yang akan digelar.
Dalam hal ini, sejumlah Kepsek menyampaikan keluh kesahnya kepada media di salah satu cafe kopi yang berada di seputaran Kota Tebing Tinggi, Sumut.
“Kami bingung melihat surat ini. Soalnya, bukan hanya kami ini saja yang menerima surat pemberitahuan aksi seperti ini. Sekolah di daerah lain, seperti di Medan dan Deli Serdang juga ada teman kita menerima surat yang isinya sama dengan nama lembaga dan organisasi yang berbeda,” kata salah seorang Kepsek yang tak mau ditulis namanya, sembari menunjukkan surat pemberitahuan aksi itu kepada media, Selasa (17/6/2025).
Sebelumnya, oknum Kepsek ini telah mencoba menghubungi nomor ponsel yang tertera pada surat pemberitahuan aksi itu. Namun ketika dihubungi, oknum yang mengaku pengurus lembaga dan organisasi mahasiswa itu malah mengajak bernegosiasi, untuk membatalkan niat aksinya.
Selain itu katanya, oknum yang mengaku pengurus lembaga dan organisasi mahasiswa itu, selalu menghubunginya dengan nomor ponsel yang berbeda-beda, mengajukan permohonan dengan dalih akan membuat kegiatan ini dan itu, yang membingungkan.
Baca juga: Tewaskan 5 Orang, Polisi Buru Pembunuh Sadis di Aceh Tenggara
“Kalau kami turuti permintaannya, kami uang dari mana. Tapi ketika kami tolak permintaannya, aksinya pun tak jadi,” papar oknum Kepsek ini dengan nada keheranan.
Kepsek ini meyakini bahwa hal serupa yang meresahkan banyak pihak itu juga terjadi pada instansi lain di Sumut. (KRO/RD/Tim)







