RADARINDO.co.id – Belawan : Semakin kesini, kondisi di Belawan, Kota Medan, kian memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Pasalnya, aksi tawuran didaerah tersebut menjadi rutinitas, khususnya kelompok remaja.
Baca juga: Brimob dan BNNP Sumut Musnahkan Ladang Ganja Dua Hektare di Madina
Tak hanya aksi tawuran yang nyaris hampir terjadi setiap malam terjadi, meningkatnya penyalahgunaan narkoba juga sangat meresahkan warga Belawan sekitarnya.
Menanggapi fenomena yang “mencerminkan krisis moral” dan ketimpangan sosial tersebut, Ketua Anak Belawan Bersatu (ABB), Dedy, angkat bicara. Secara tegas, Dedy menyatakan bahwa sudah saatnya warga Belawan untuk bertindak.
“Ini tidak bisa lagi dibiarkan. Sudah saatnya warga Belawan bergerak untuk bertindak memberantas aksi tawuran dan maraknya peredaran narkoba,” tegasnya, dikutip, Senin (28/7/2025).
Menurutnya, banyak kalangan muda terjebak dalam “jalan pintas” seperti narkoba dan kekerasan, karena kurangnya kegiatan positif dan minimnya lapangan kerja di daerah mereka.
“Kalau tidak ada wadah pembinaan, bagaimana generasi muda bisa berkembang?. Mereka frustasi, dan sebagian memilih jalan yang salah,” ujarnya prihatin.
Meski masyarakat Belawan sering kali mengecam aksi tawuran, namun ucapan mereka hanya sebatas komentar di media sosial saja. Tidak ada pergerakan untuk melawan aksi itu.
Dedy menegaskan bahwa penyelesaian masalah sosial Belawan tidak bisa terus-menerus dibebankan kepada pemerintah saja. Masyarakat harus bangkit, mengambil peran nyata dalam menyelamatkan generasi muda dari keterpurukan.
“Saya yakin, lebih banyak warga Belawan yang mencintai kedamaian dibanding mereka yang bikin keributan. Jangan tunggu pihak luar!. Kita harus melawan ini bersama,” tegasnya lagi.
Dedy juga mengingatkan agar perjuangan masyarakat tetap independen, tidak terlalu dekat dengan kekuasaan atau kepentingan pengusaha tertentu.
“Kalau hak-hak sosial, ekonomi, budaya, dan politik masyarakat terus dikangkangi, suara rakyat akan semakin lemah. Kita harus jaga kemandirian,” tukasnya.
Baca juga: Bangunan Ruko dan Perumahan Bermasalah di Kota Medan “Menjamur”
Untuk membangun kekuatan kolektif masyarakat, Dedy mengajak warga meneladani empat sahabat Rasulullah SAW sebagai pilar kepemimpinan dalam perjuangan sosial.
Seperti Abu Bakar Siddiq, sosok orangtua yang bijaksana berkharisma dan menjadi panutan. Umar bin Khatab, pemimpin pemberani, siap melawan ketidakadilan.
Kemudian, Usman bin Affan, dermawan yang mendukung perjuangan rakyat dengan sumber daya, serta Ali bin Abi Thalib, pemuda cerdas, penuh ide untuk masa depan yang lebih baik. (KRO/RD/Tim)







