Wagub Babel Dilaporkan Dugaan Ijazah Palsu, Ini Tanggapan Hellyana

RADARINDO.co.id – Babel : Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana, dilaporkan ke Polda Babel terkait kasus dugaan penggunaan ijazah palsu.

Menanggapi kasus yang kini mencuri perhatian publik, Hellyana memilih untuk tidak memberikan komentar lebihlanjut dan fokus pada tugasnya sebagai pemimpin daerah.

Baca juga: Nekat Seludupkan Sabu ke Lapas, Dua Pasang Kekasih Terancam 15 Tahun Bui

Hellyana menegaskan bahwa dirinya tidak akan terpengaruh oleh dugaan ijazah palsu yang sedang diproses oleh kepolisian.

“Kalau soal itu biarlah. Saya tidak berkomentar. Saya fokus bekerja menjalankan tugas-tugas,” ujar Hellyana, seperti dilansir dari kompas, Sabtu (14/6/2025).

Menurutnya, isu tentang ijazah bukanlah hal yang penting jika dibandingkan dengan tanggungjawabnya untuk memperbaiki keadaan di daerah. “Masyarakat kita lagi sengsara, ini yang harus diperhatikan,” tukasnya.

Hellyana menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah agar program pembangunan berjalan lancar. “Imbauan kami bagaimana menjaga kondusivitas daerah, pembangunan ekonomi yang harus diselesaikan,” katanya.

Selama masa jabatannya, Hellyana juga mencatat penurunan daya beli masyarakat yang perlu segera ditangani. Untuk itu, ia dan pemerintah provinsi berupaya maksimal untuk meningkatkan potensi daerah dan menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat.

Salah satu pencapaian positif yang mulai terlihat adalah persetujuan pemerintah pusat untuk mengembalikan status internasional Bandara Belitung sebagai gerbang ekonomi pariwisata.

Baca juga: Pemko Bandung Hormati Proses Hukum Kasus Korupsi Dana Hibah Pramuka

Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu ini pertama kali mencuat setelah pihak kepolisian menerima laporan dari mahasiswa yang mempertanyakan keabsahan gelar sarjana hukum yang digunakan oleh Hellyana.

Pelapor mengungkapkan bahwa Hellyana tercatat masuk Universitas Azzahra pada 2013 dan mengundurkan diri pada 2014, tetapi gelar yang digunakan tidak tercatat dalam sistem pendidikan yang ada. (KRO/RD/Komp)