RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Bagian Barang dan Jasa menggelar sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah serta implementasi pekerjaan konstruksi dalam katalog elektronik INAPROC versi 6.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sutrisno Hadi, kantor Walikota Tanjungbalai, Rabu (05/11/2025) itu, secara resmi dibuka Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim.
Baca juga: PT Pelindo Regional 1 Gelar Sharing Session
Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mendukung sistem pengadaan yang transparan, adaptif, dan responsif ini.
Pelaksanaan FGD dinilai sangat penting dalam pelaksanaan katalog elektronik versi 6 yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas barang/jasa di Pemerintah Kota Tanjungbalai.
“INAPROC atau katalog elektronic versi 6 digunakan sejak 20 Maret 2025, tujuannya untuk memudahkan proses pengadaan barang/jasa, meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan, mempercepat proses pengadaan, memberi kesempatan yang luas bagi penyedia barang/jasa dalam pengadaan,” terangnya.
Menurutnya, kendala dalam permasalahan dalam pelaksanaan INAPROC, pejabat pembuat komitmen pada umumnya belum memiliki bekal pengadaan/sertifikat PBJ, sehingga dalam pengelolaan PBJ kurang dapat memahami dan belum memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia juga menjelaskan, pengadaan melalui e-purchasing pada prinsipnya merupakan langkah inovatif menuju pemerintahan yang terdigitalisasi agar segala pengadaan barang dan jasa berjalan secara transparan.
Baca juga: Pimpin Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Sergai Cek Kesiapan Personel
Mahyaruddin menyebut bahwa transparansi dalam sistem pengadaan selaras dengan visi program unggulan Pemko Tanjungbalai, yakni Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera).
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pengadaan yang adaptif dan responsif, demi mewujudkan tata kelola yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (KRO/RD/HAM)







