RADARINDO.co.id – Deli Serdang : Masyarakat mempertanyakan kinerja manajemen PTPN II Kebun TGP atas adanya dugaan lahan “tidur” diatas HGU aktif milik BUMN terindikasi salah urus.
Disebutkan sumber, PTPN II telah melakukan program lanjutan tanam pohon sawit atau Tanaman Ulang (TU) tahun 2018 kurang lebih seluas 31,88 Ha di Afd II, Blok V.
Baca Juga : Bupati Samosir Membuka Secara Resmi Musrenbang
“Hal ini patut disesalkan. Saya yakin pak Irwan (Direktur PTPN II-Red) tidak mengetahui ini. Yang layak bertanggung jawab itu manager kebun dan rekanan,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya belum lama ini.
Terkait tanaman yang tidak merata diduga ada “main mata” oknum di manajemen Kebun TGP tidak memberi laporan sebenarnya pada Direktur PTPN II. Bahkan terindikasi manipulasi laporan.
“Karena diatas kondisi lahan seluas 5 ha tidak ditemukan pohon sawit. Kami pun heran karena tanaman yang sama sudah produksi. Laporan Realiasai Operasional harus diusut,” ujarnya sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Pelaksanaan TU tersebut diduga asal jadi tidak sesuai SOP. Bahwa TU di Afd II, Blok V tahun 2018 ditemukan lahan “tidur” yang tidak bermanfaat bahkan menjadi beban belanja investasi bagi perusahaan.
Tanaman sawit kosong lebih kurang seluas 5 Ha, artinya ada 120 batang per ha jika dikali 5 ha maka sebanyak 600 batang pohon sawit. Mestinya tahun 2022 tanaman sawit tersebut sudah bisa produksi.
Sumber menyebutkan bahwa biaya tanam ulang pada tahun 2018 diatas lahan seluas 32 ha itu mencapai miliaran rupiah.
Anehnya, hingga memasuki pertengahan Februari 2020 pimpinan manajemen PTPN II Kebun TGP terlihat belum melakukan inisiatif terhadap dampak kerugian akibat ada lahan terlantar diatas HGU aktif milik PTPN II.
Didugaa konspirasi pembiaran dilakukan oknum manager, KTU dan asisten tanaman. “Untuk itu , laporan realisasi operasional patut dipertanyakan”, ujarnya lagi.
Berapa biaya pemeliharaan yang dialokasikan perusahaan. Sedangkan masih terdapat beberapa lahan kosong yang diduga terjadi pembiaran.
“Kami menduga biaya-biaya pemupukan, dan penyemprotan dan lain- lain terestimasi pada luas lahan di Afd II, Blok V tanaman 2018. Sedangkan faktanya terdapat beberapa hektar tidak ada tanaman sawit”, ujarnya dengan nada heran.
Sementara itu, Manager PTPN II TGP Irfan, saat di konfirmasi melalui KTU kebun, Andi membenarkan ada lahan yang masih belum tertanam sawit.
Baca Juga : Ditemukan Ladang Ganja Seluas 2 Ha di Pegunungan Tor Mangompang
“Tapi itu bukan jaman manager yang sekarang. Itu jaman beberapa tahun lalu”, ujar Andi dengan santun pada RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR pada 16 Februari 2022.
Sementara itu, oknum asisten tanaman, Agus yang mengklarifikasi kepada wartawan KORAN RADAR Biro Deli Serdang, Juhari Saputra mengatakan karena keterbatasan bibit maka lahan belum bisa ditanami sawit.
“Karena bibit sawit belum ada maka kami belum bisa menanam ulang lahan yang tidak ada pohon sawitnya pak,” ujar Agus pada Juhari, Sabtu (19/02/2022) siang.
Hingga berita ini dilansir, Kabag Humas PTPN II, Rahmad belum berhasil dikonfirmasi karena tidak ditempat.
(KRO/RD/Tim)








