Ragam  

Abad ke-17 Disebut Zaman Paling Mengerikan

RADARINDO.co.id : Ketika membahas masa-masa mengerikan bagi manusia, seringkali kengerian di abad ke-17 luput dari pembahasan. Beberapa peneliti dan sejarawan menyebut abad ke-17 adalah zaman paling mengerikan bagi manusia.

Pasalnya, di masa itu kekayaan berkembang bagi sebagian orang, dan dunia mulai menjadi semakin terhubung. Tetapi secara bersamaan, di zaman itu, perang berkecamuk, dunia diliputi pergolakan politik, inflasi, dan kekacauan perubahan iklim.

Baca juga : Desak Suami Perkosa Warga Ukraina, Wanita Ini Diburu Interpol

Dilansir dari detik, sejarawan sering menyebut periode ini sebagai “krisis umum”, sebuah era yang ditentukan oleh konflik dan ketidakstabilan yang meluas yang terjadi dari awal abad ke-17 hingga awal abad ke-18, terutama di Eropa dan sebagian besar Asia.

Sebagai penanda betapa sulitnya kondisi di abad ke-17, para peneliti meyakini di abad ini adalah terakhir kalinya populasi manusia secara global turun.

Faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah seringnya perang yang terjadi di tahun 1600-an, mulai dari perang saudara di Inggris, perang saudara Fronde di Prancis, perang Prancis-Spanyol, perang Inggris-Belanda, perang Mughal-Maratha di India, dan runtuhnya dinasti Ming di China adalah beberapa di antaranya.

Dari semua perang di abad ke-17, Thirty Years’ War atau Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) menjadi salah satu perang paling merusak dalam sejarah Eropa yang menyebabkan hingga 8 juta tewas.

Baca juga : Ini Beberapa Tanda Seseorang Merasa Cemburu

Seperti peristiwa sejarah lainnya, hal itu tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu faktor, dan para peneliti masih memperdebatkan sumber terjadinya krisis tersebut selama beberapa dekade. Namun, jelas bahwa sebagian besar gejolak yang terjadi dapat dikaitkan lagi dengan Zaman Es Kecil yang terjadi di sekitar waktu ini.

Penyebab Zaman Es Kecil tidak diketahui secara pasti. Namun salah satu penjelasan yang paling dipercaya mengatakan, adanya peningkatan aktivitas gunung berapi di sekitar zaman ini memainkan peran penting.

Abad yang penuh pertumpahan darah ini semakin diperburuk dengan cuaca yang kurang baik. Itu sebabnya, lukisan-lukisan Eropa dari abad ke-17, didominasi gambaran lanskap berselimut salju. Ini sepertinya bukan kebetulan, mengingat suhu di banyak bagian Eropa Barat di zaman itu membeku hingga 2°C. (KRO/RD/DTK)