RADARINDO.co.id : Paranormal asal Solo, Ki Arjuna Samudra, yang merupakan mediator pesugihan Nyi Blorong, membeberkan tentang ritual pesugihan dari Nyi Blorong.
Dilansir dari jatimtimes, menurut Ki Arjuna, sebelum klien melamar Nyi Blorong, mereka harus memenuhi syarat dengan menyiapkan kamar kosong di rumah. Dimana kamar kosong itu nantinya akan dijadikan tempat untuk berhubungan badan dengan Nyi Blorong.
Baca juga : Ini Beberapa Macam Penyakit Paru yang Umum Terjadi
“Umpama kita melamar di hari Selasa Kliwon, atau di Jumat Kliwon, atau di Jumat Pahing atau Sabtu Pahing. Berarti ini hari pertemuan antara kalian (klien dan Nyi Blorong) untuk berhubungan badan. Jadi sebulan sekali (berhubungan badan),” ujarnya.
Dijelaskan juga oleh Ki Arjuna, gentong ritual ijab qobul yang sebelumnya dilaksanakan di pinggir sungai sebelumnya kemudian dibawa ke kamar kosong.
“(Kamar kosong ini) harus sesuai dengan apa yang diminta Nyi Blorong. Misal, kamarnya minta putih, ya semua serba putih. Harus diturutin. Juga taburin bunga di kasur sesuai permintaan warnanya, menurut Nyi Blorong (warna) itu sebagai makanannya atau hobinya,” jelas Ki Arjuna.
Dijelaskannya, ada syarat lagi yang harus dipenuhi, jika klien laki-laki tidak boleh punya istri, demikian juga dengan klien perempuan tidak boleh punya suami. Jika punya istri atau suami maka (klien) akan mati, sambungnya.
Sementara ayam yang telah didiamkan di gentong selama 7 hari 7 malam tadi disebutkan sebagai ijab qobul antara klien dan Nyi Blorong. Gentong ini, selain ayam juga ada beras kuning dan sampur merah sebagai pengikat perjanjian.
“Nah 7 hari kan pasti baunya busuk, dari bau busuk itu Nyi Blorong suka. Ayam ketika diangkat pasti ada ulet, set dan lain sebagainya yang baunya gak jelas. Kemudian ditutup lagi, boleh dibuka pas hari persetubuhan,” jelasnya.
Baca juga : Desak Suami Perkosa Warga Ukraina, Wanita Ini Diburu Interpol
Misalnya, Jumat Kliwon melakukan ritual lamaran dengan bersetubuh, maka pada hari itu dibukalah gentong tersebut. Dari bau busuk itulah, Nyi Blorong akan datang.
Tak lupa saat Nyi Blorong datang, sesaji yang disiapkan adalah pisang raja, pisang emas, teh, kopi, air putih, susu, arak dan bir. Setelah itu bakar candu. Tak lupa juga syarat berupa bunga setaman, bunga telon putih, bunga kantil melati yang dijadikan sebagai pengharum ruangan.
“Jika sudah disiapkam, kasur dikasih taburan bunga mawar. Jangan lupa siapkan dirimu dalam keadaan sesuci (puasa mutih sebelumnya) dan pasti nanti akan datang mengetok pintu, wujud perempuan asli, cantik yang akan bilang mas, aku istrimu, aku datang di sini,” tandasnya.
Saat malam itu, terjadilah hubungan intim antara Nyi Blorong dengan klien tersebut. Hubungan intim dilakukan tepat waktu jatuh tempo dia melamar. (KRO/RD/JT)







