RADARINDO.co.id – Jakarta : Praktik prostitusi online bernama ‘Big Pertamax’ berhasil dibongkar Polisi. Praktik prostitusi yang ditawarkan lewat sebuah situs bernama Semprot.com itu, terungkap dari informasi masyarakat tentang adanya sebuah situs menawarkan perempuan untuk para lelaki hidung belang.
Baca juga : Gara-gara Catcalling, Driver Ojol Dikeroyok Sekelompok Remaja
“Melakukan penyelidikan dan menelusuri situs Semprot.com, tim berhasil bergabung di grup telegram, khusus yang menjajakan prostitusi online bernama Big Pertamax,” kata Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama, melansir cnnindonesia, Senin (23/1/2023).
Dijelaskannya, group telegram tersebut berisi foto-foto wanita yang ditawarkan berikut harga dan jenis pelayanan. Polisi lantas berpura-pura melakukan pemesanan di grup ‘Big Pertamax’ tersebut. Dari upaya ini, Polisi berhasil mengamankan seorang perempuan.
Setelahnya, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap pemilik akun sekaligus admin grup Telegram ‘Big Pertamax’ di sebuah apartemen di Pulogadung, Jakarta Timur. “Selain menangkap pemilik akun, petugas juga mengamankan dua wanita lain yang berada di kamar apartemen itu,” ucap Putra.
Pemilik sekaligus admin grup Telegram berinisial MC (24) itu ditetapkan sebagai tersangka, karena juga berperan sebagai mucikari. Sedangkan untuk tiga perempuan yang sempat diamankan dalam kasus ini, masih berstatus sebagai saksi.
Baca juga : Dijodohkan, 10 Pasang Santri Langsungkan Nikah Massal
“MC berperan merekrut wanita melalui medsos, Twitter. Jika ada wanita yang berminat, para wanita lalu diminta mengirimkan sejumlah foto dan video. Ketika cocok MC akan menemui para calon wanita yang akan ditawarkannya melalui group telegram” tuturnya.
Putra menerangkan, rata-rata perempuan yang direkrut oleh MC berasal dari Jakarta, Bandung, hingga Malang. Total, ada 60 perempuan yang bergabung di grup Telegram ‘Big Pertamax’ tersebut.
“Pelaku MC sendiri mendapatkan keuntungan sebesar 15 persen dari hasil menawarkan para wanita di akun telegram Big Pertamax dengan kisaran harga Rp2-4 juta,” ucap Putra. (KRO/RD/CNN)







