RADARINDO.co.id – Medan : Rumah BUMN binaan BRI bisa membantu masyarakat, khususnya pengusaha UMKM, untuk “mengubah nasib”. Dimana, keinginan untuk mandiri secara finansial semakin menguat di kalangan masyarakat dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.
Banyak orang mulai mempertimbangkan kembali arah hidup dan karier mereka, bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk keluar dari zona nyaman sebagai pegawai.
Baca juga: Simpan Uang Terlalu Banyak di Bank Bikin Rugi?
Mereka berani mengambil langkah dengan merintis usaha sendiri demi memperoleh penghasilan yang lebih fleksibel dan berkelanjutan, serta memiliki kendali lebih atas masa depan finansial mereka.
Seperti Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang kini sukses menjalani peran baru sebagai pengusaha UMKM berkat program Rumah BUMN.
Widya merupakan pemilik Kreasi Nyobi, olahan pempek ikan tenggiri berkualitas. Usaha pempek milik Widya dimulai pada 2020, berangkat dari latar belakang suami yang memang lama berkecimpung sebagai supplier produk perikanan.
Awalnya, pempek hasil olahan Widya hanya dijual kepada teman-teman dekat. Namun, berkat ketekunan dan eksperimen resep selama hampir satu tahun, kini produknya semakin dikenal luas.
“Saat itu hanya coba-coba saja karena memang sering lihat suami bawa bahan ikan. Akhirnya saya coba olah, dan lama-lama ketemu resep yang cocok,” ujarnya dikutip, Selasa (12/8/2025).
Pada penghujung 2023, Widya mulai lebih terlibat kegiatan pelatihan dan program pendampingan yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas UMKM serta Rumah BUMN binaan BRI di Jakarta.
Melalui pelatihan-pelatihan tersebut, baik yang dilakukan secara daring maupun luring, Widya tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang pengelolaan bisnis, pemasaran digital, hingga legalitas produk, tetapi juga berhasil membangun relasi dengan sesama pelaku usaha.
Dukungan inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan performa bisnisnya, sehingga perlahan tapi pasti, usahanya menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Pelatihan itu hampir setiap hari ada, kadang online, kadang offline. Kami diajarkan bikin akun e-commerce, TikTok, hingga bagaimana caranya ekspor. Materi yang paling saya suka dan sangat membantu adalah yang tentang bagaimana berjualan di e-commerce, bagaimana mem-branding produk,” ujar Widya.
Produk pempek olahan Widya tersedia dalam dua kategori, yakni frozen dan ready-to-eat. Untuk kebutuhan acara seperti catering, Widya menyediakan paket pondokan isi 3 pempek seharga Rp12.000.
Sedangkan untuk penjualan reguler, harga per pempek berkisar Rp4.000, dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 buah.
Selain dipasarkan secara langsung dan melalui jaringan reseller yang ia temui saat mengikuti bazaar, pempek Widya juga kerap hadir di berbagai event yang diadakan oleh komunitas UMKM dan BUMN.
Hingga kini, usaha pempek ini dijalankan oleh tim kecil berisi tiga orang di bagian produksi dan satu orang tambahan di bagian operasional. Dalam sebulan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp10-15 juta.
Baca juga: Terbukti Kelola Judi Sabung Ayam, Peltu Yun Heri Dipecat dari Satuan
Widya membuktikan, program Rumah BUMN binaan BRI efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro, bahkan lebih kecil lagi sampai dengan level ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM.
Hingga akhir Juni 2025, BRI sukses mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan. (KRO/RD/cnbc)







