Anggota DPD Kaltim Ngaku Diintimidasi Petinggi Polres Kukar

RADARINDO.co.id – Kaltim : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Timur, Yulianus Henock Sumual, mengaku diintimidasi oknum petinggi di Polres Kutai Kartanegara (Kukar).

Insiden tersebut terjadi ketika Henock menghubungi polisi tersebut melalui pesan WhatsApp, Jum’at (15/8/2025) untuk menanyakan dugaan kriminalisasi yang dialami warga sebuah desa.

Baca juga: KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Bansos di Kemensos

Henock menjelaskan bahwa sejumlah warga desa tersebut melaporkan kepadanya bahwa mereka sering dipanggil oleh pihak kepolisian setelah adanya laporan dari perusahaan.

Menurut warga, tindakan hukum tersebut dianggap sebagai bentuk kriminalisasi terkait konflik agraria dan aksi protes yang mereka lakukan.

“Saya mendapat banyak laporan dari masyarakat desa. Mereka merasa dikriminalisasi oleh perusahaan melalui aparat penegak hukum, khususnya Polres Kukar,” kata Henock, melansir kompas, Rabu (20/8/2025).

Henock mengungkapkan bahwa dirinya sempat meminta oknum polisi untuk menyelesaikan kasus tersebut secara bijak melalui mekanisme restorative justice. Namun, respons yang diterimanya justru bernada intimidasi.

“Beliau langsung menelepon dengan nada keras, menyuruh saya tidak ikut campur urusan hukum di Kukar. Bahkan, beliau marah dan menantang saya untuk datang ke Polres,” ungkap Henock.

Henock menyebut bahwa pknum polisi itu menuduhnya mengancam karena berencana melaporkan persoalan ini ke Kapolda Kaltim maupun Kapolri.

“Padahal saya hanya meminta agar diselesaikan di Kukar lebih dahulu. Jika tidak selesai, barulah saya akan berkoordinasi dengan Kapolda atau Kapolri,” ujarnya.

Henock juga mengungkapkan bahwa polisi itu menuliskan pesan singkat yang dianggapnya melecehkan kedudukannya sebagai anggota DPD RI. “Beliau menulis saya bisa di-PAW. Saya heran, kok polisi bisa bilang begitu,” katanya.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yulianto, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa pimpinan Polda sedang melakukan evaluasi khusus terhadap tindakan pejabat polisi itu.

Baca juga: Anggota DPRD Jember Diduga Terlibat Kasus Korupsi Sosperda

“Atas nama Polda Kalimantan Timur, saya meminta maaf atas tindakan Kapolres Kukar tersebut,” kata Yulianto dalam keterangan video yang diunggah melalui akun Instagram resmi Polda Kaltim.

Yulianto menambahkan bahwa Polda Kaltim berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan menghimbau semua pihak untuk tetap menjaga situasi kondusif. (KRO/RD/Komp)