Batalyon B SAT Brimob Poldasu Terjunkan Atasi Dampak Banjir di Sergai

16

RADARINDO.co.id – Sergai: Komandan Batalyon (Danyon) B Kompol Heriyono mengirim personil dalam rangka penugasan SAR, guna penanganan banjir karena meluapnya Aliran Sungai Padang, sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul yang menjadi Benteng antara bibir sungai dan pemukiman penduduk.

Baca juga : Jalan Evakuasi Tsunami Singkil Rimo Terancam Putus

Dua desa terdampak akibat banjir tersebut, diantaranya Desa Simalas dan Desa Sibaro, Kecamatan Sipis-pis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Sebanyak 1 SST personil Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sumut diturunkan kelokasi banjir, Selasa (20/02/24).


“Kurang lebih 30 personil kita turunkan ke lokasi banjir. Untuk daerah yang terdampak ada dua desa di satu kecamatan,” kata Danyon B Kompol Heriyono, yang saat itu ada di lokasi dan sekaligus memimpin langsung kegiatan SAR tersebut.

“Di lokasi teraman kami langsung mendirikan tenda darurat, Posko Pelayanan Kesehatan, Posko Pelayanan Brimob dan Posko Evakuasi Warga. Kami juga mensiagakan personil di lokasi, hingga situasi benar-benar aman dan warga bisa beraktivitas normal kembali,” ujar Kompol Heriyono.

Kompol Heriyono juga menyampaikan, bahwa pihaknya hari ini telah menyediakan sebanyak 250 bungkus nasi dengan lauk pauk untuk dibagikan ke warga yang terdampak akibat adanya banjir tersebut, yakni Dusun 1 Kebun Sayur Desa Simalas dan Dusun Asmara Desa Sibaro.

Baca juga : Bawaslu Palas Tak Temukan Kecurangan Pemilu 2024

Personil Brimob melakukan evakuasi dan pembersihan rumah warga di Dusun 1 Kebun Sayur Desa Simalas dan Dusun Asmara Desa Sibaro, yakni lokasi yang paling terdampak akibat banjir.

“Beberapa Program SAR yang kita lakukan di dua lokasi ini, diantaranya yang kami sebutkan tadi dan pembagian paket sembako untuk 49 Kepala Keluarga. Kami juga menghimbau kepada warga, untuk memeriksakan kesehatannya apabila ada keluhan di Pos Pelayanan Kesehatan yang kami siapkan. Selain itu, warga juga harus waspada terhadap debit air, yang sewaktu-waktu bisa naik, bila terjadi lagi langsung mengungsi,” jelas Kompol Heriyono. (KRO/RD/Jumadi)