Buka Rembuk Stunting, Walikota Komit Wujudkan Tanjungbalai EMAS

RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, membuka secara resmi rembuk stunting Kota Tanjungbalai Tahun 2025 di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Walikota Tanjungbalai, Rabu (02/7/2025).

Rembuk stunting dilaksanakan guna mewujudkan komitmen pencegahan stunting menuju SDM berkualitas, Tanjungbalai EMAS dan Generasi EMAS 2045 di Kota Tanjungbalai.

Baca juga: Kosek I Gelar Latihan Hanud Cakra C-25, Paksa Pesawat Asing Mendarat

Dalam sambutannya, Walikota Mahyaruddin mengucapkan terimakasih atas upaya dan kerja keras seluruh pihak, dimana angka stunting di Kota Tanjungbalai mengalami penurunan dari 5,7% tahun 2023 menjadi 5,6% tahun 2024.

Hal ini terlihat berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Dari EPPGBM Desember 2024 didapat persentase stunting sebesar 1,91%, dimana data diambil dari EPPGBM pada 6.930 balita yang diinput dan merupakan total balita yang ikut posyandu.

Data tersebut didapat dari angka resiko stunting 3.487 keluarga se-Kota Tanjungbalai. Dengan rincian, Tanjungbalai Selatan 231, Tanjungbalai Utara 290, Sei Tualang Raso 588, Teluk Nibung 744, Datuk Bandar 923 dan Datuk Bandar Timur 711.

Begitu juga dengan data yang dihimpun dari seluruh puskesmas Desember 2024 oleh tim penanggulangan stunting, terdapat balita kurang gizi 109 orang, 133 balita stunting dan 31 balita gizi buruk.

“Untuk faktor-faktor yang menyebabkan keluarga resiko stunting adalah keluarga miskin, pendidikan rendah, kebersihan lingkungan dan konsumsi air minum tidak layak. Tentu ini menjadi masalah serius. Melalui musyawarah ini kita merumuskan langkah strategis untuk percepatan penurunan angka potensial stunting,” harapnya.

Pemerintah Kota Tanjungbalai telah melakukan upaya payung hukum penanggulangan stunting, terhitung dari tahun 2021 sampai 2024, penandatanganan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan pencegahan stunting 23 Agustus tahun 2021.

Baca juga: Pihak Google Dipanggil Kejagung Terkait Kasus Chromebook

“Kepada pemangku wilayah (Camat, Lurah, Kepling) saya ingin ada data rill jumlah penduduk sesuai dengan domisili masing-masing. Jalin komunikasi dan koordinasi bersama Dinsos, Disdukcapil, dan Dinkes,” tegasnya.

Walikota juga berpesan kepada para Camat, Lurah dan Kepling, agar mengajak masyarakatnya untuk mengikuti program posyandu secara rutin. (KRO/RD/HAM)