Bupati Samosir Serahkan SK Pengangkatan 54 PPPK Guru

14

RADARINDO.co.id – Samosir : Sebanyak 54 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru Kabupaten Samosir Formasi Tahun Anggaran 2023, menerima surat keputusan pengangkatan yang diserahkan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (19/6/2024).

Baca juga : Usut Tujuh Paket Proyek PL dari Dua Dinas Provinsi Sumut di Kabupaten Simalungun

Pengangkatan tersebut tertuang dalam SK Bupati Samosir Nomor 195 Tahun 2024 tanggal 31 Mei 2024, tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Tenaga Guru dilingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2023.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST mengucapkan selamat kepada 54 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir yang menerima petikan SK pengangkatan dan dengan bangga menyambut baik putra putri terbaik bangsa dilingkungan Pemkab Samosir.

“Momen ini kiranya menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi saudara sekalian, karena hari ini adalah saat yang sangat dinanti-nanti setelah melalui proses yang panjang,” ujar Vandiko.

Baca juga : PAD Pemprov Sumut “Bocor” Konon Lewat Dapur Sumur Kasur (2)

Bupati mengingatkan, ketika memutuskan untuk menjadi PPPK sebagai Abdi Negara, itu adalah pilihan masing-masing, yang pastinya dibatasi oleh peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

“Saya ingatkan agar bekerja dengan mengikuti aturan. Bapak dan Ibu tidak lagi bertanggung-jawab hanya kepada diri sendiri dan keluarga, akan tetapi sudah makin bertambah bertanggungjawab terhadap instansi dan masyarakat melalui kinerja kita dilingkungan masing-masing,” tegasnya.

Selain itu, Bupati meminta agar masing-masing hendaknya memahami etika birokrasi. Ketika ada permasalahan dilingkungan kerja agar jangan langsung mengadu ke media sosial, akan tetapi melaporkan kepada atasan secara berjenjang.

Dalam menghadapi Pemilukada di Kabupaten Samosir, Vandiko meminta agar masing-masing dapat menjaga netralitas, menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat dengan menggunakan hak pilih dengan baik, jangan sampai terlibat menjadi tim sukses salah satu calon apalagi menjadi anggota partai politik. (KRO/RD/P Simbolon)