RADARINDO.co.id – Bali : Kejahatan siber atau cyber crime semakin marak seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Kejahatan siber terjadi terus berkembang dalam berbagai modus, tak terkecuali membobol lembaga keuangan.
Seperti yang dialami nasabah BRI, PT Varash Putu Eka Suryawan. Dimana, nasabah tersebut kehilangan uang sebesar Rp1,8 miliar dari rekeningnya beberapa waktu lalu.
Baca juga: PJ Family Bersama ALCO Sumut Gelar Kegiatan di Rumah Pengasingan Bung Karno
Pemimpin Kantor Cabang BRI Denpasar Gatot Subroto Meirino Dwi Handoyo menjelaskan, pihaknya telah melakukan investigasi atas pengaduan PT Varash Saddan Nusantara (PT VSN).
BRI menemukan, PT VSN merupakan korban tindak kejahatan cyber yang mana terjadi penyusupan ke dalam server milik PT VSN dan melakukan transaksi.
Adapun seluruh transaksi yang disanggah PT VSN merupakan transaksi transfer intrabank yang sah dengan menggunakan user dan password resmi milik nasabah, dengan transaksi dilakukan melalui IP publik milik PT VSN.
BRI berempati atas kejadian yang menimpa PT VSN, namun demikian ia menegaskan bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan.
“Kami pun telah menemui dan menjelaskan secara langsung hasil investigasi yang dilakukan tim BRI kepada PT VSN,” ujarnya, dikutip, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Peringati HUT DPD IWO Indonesia Bekasi, Ketum: Pahami KEJ
Atas kejadian tersebut, BRI menghimbau para nasabah untuk lebih berhati-hati dan tetap menjaga kerahasiaan data transaksi perbankan seperti username, password, secret, key, dan ID terhadap pihak lain. (KRO/RD/PB)







