RADARINDO.co.id – Sumut : Komunitas PJ Family bersama ALCO Provinsi Sumut menggelar kegiatan di Rumah Pengasingan Bung Karno, Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu-Minggu (23-24/8/2025), dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelaksanaan upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di halaman rumah yang menjadi tempat pengasingan Ir. Soekarno (Presiden RI pertama), Sutan Syahrir (Perdana Menteri pertama) dan Agus Salim (Menteri Luar Negeri).
Baca juga: Peringati HUT DPD IWO Indonesia Bekasi, Ketum: Pahami KEJ
Di sebuah rumah yang berukuran 20×30 meter itu, Putra Sang Fajar diasingkan selama 12 hari menjelang agresi militer Belanda pada penghujung Desember 1948. Rumah berdinding papan bercat putih itu berada di areal 1,5 hektar, saat ini dilengkapi dengan mushala megah dengan sekelilingnya menggunakan dinding kaca layaknya rumah pengasingan Bung Karno.
Memasuki rumah tersebut di atas pintu ruang utama terpampang 2 foto berukuran besar saat putra terbaik bangsa berada di Tanah Karo dengan kawalan militer Belanda bersenjata.
Terdapat juga patung Bung Karno berukuran kecil di atas meja. Sementara di sisi kiri rumah terdapat kamar dan tempat tidur Bung Karno yang masih terjaga dengan baik.
Selain itu terpampang juga foto Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution dan H. Surya berikut lambang Provinsi Sumatera Utara di dinding papan yang dengan cat yang terlihat masih baru karena sudah dipugar.
Rumah bersejarah ini menjadi aset milik Pemprovsu dengan nama Mess Sempurna. Ada 5 bangunan baru dengan 10 kamar yang dapat dipergunakan oleh masyarakat untuk menginap, jika ada kegiatan di Berastagi dengan harga sewa Rp250-Rp300 ribu per malam.
Rumah berdinding papan tersebut menjadi saksi bisu anak bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
Dibawah patung Bung Karno dalam posisi duduk dengan menyilangkan kaki kanan di atas kaki kiri berukuran besar yang terbuat dari perunggu ada prasasti terbuat dari batu Pualam bertuliskan, “Kawan! Pusara adalah lambang kesinambungan. Hidup! Mati! Dalam perjuangan. Bahana Kekal panggilan Bung Karno dari Blitar sampai Tanah Karo” (Sitor Situmorang).
Baca juga: Gubernur Sumut Undang Puluhan Pimpinan Redaksi Media
“Di tempat ini sejarah bangsa ditorehkan betapa bapak pendiri bangsa harus menjalani pengasingan agar hilang komando pemerintahan,” ungkap Komunitas PJ Family, Dipa Samudra (51).
Dipa menyebut, sangat disayangkan jika ada pemimpin bangsa ini abai terhadap pembangunan anak bangsa, abai terhadap tata kelola dan kesejahteraan rakyatnya. (KRO/RD/Budi S)







