Medan  

Diduga Kotoran Tinja dari Rutan Labuhan Deli Cemari Lingkungan

Radarindo.co.id – Labuhan : Limbah Mandi Cuci Kakus (MCK) yang diduga berasal dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Labuhan Deli, mencemari lingkungan pemukiman warga setempat. Terkait hal itu, warga setempat sangat resah. Apalagi limbah cair tersebut diduga bercampur dengan kotoran tinja warga binaan yang ada di Rutan Labuhan Deli.

Meski telah viral di medsos mengenai keberadaan limbah cair dari Rutan Labuhan Deli bercampur dengan limbah rumah tangga tersebut, namun belum ada upaya pihak Rutan Labuhan Deli untuk mengatasinya.

Baca juga : Kejari Tahan Kasi Dinas PPPA Dalduk dan KB Tanggamus

Terbukti, hingga kini limbah cair yang berbau busuk tersebut kerap menggenang di pemukiman warga Jalan Asam Lingkungan 7 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan. Diduga, pihak Rutan Labuhan Deli belum memiliki sistem pengolahan air limbah Waste Water Treament (WWT) atau IPAL.

”Sudah lama warga disini merasa resah dengan aliran limbah cair yang terus tergenang ke lingkungan ini, namun tak kunjung ada solusinya. Pihak Rutan bersama warga hanya bergotong-royong saja, tapi aliran limbah cair dari Rutan tetap mengalir ke pemukiman warga,” keluh sejumlah warga.

Mereka kuatir, jika kondisi ini dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi kesehatan warga. “Diantaranya aroma busuk kerap tercium dan airnya bisa menimbulkan gatal-gatal,” ucap warga.

Sementara, Ka Rutan Kls 1 Labuhan Deli, Erwin Simangunsong dalam acara silaturahmi sambut Tahun Baru bersama rekan media di aula lantai atas Rutan Labuhan Deli, Kamis (12/01/2023) mengakui bahwa sistem pengelolaan limbah cair dari buangan air mandi dan mencuci dari para warga binaan selama ini belum ada.

Baca juga : Aliran Dana PTPN 6 “Mengenaskan” APH Diduga Main Mata

Sehingga, pihaknya terpaksa harus membuang limbah cair tersebut ke aliran parit di depan Rutan. Namun lanjutnya, akibat kondisi lingkungan warga yang berada di sebelah kanan Rutan kondisi datarannya lebih rendah, sehingga mengakibatkan aliran air menuju kesana.

“Kita sudah menindaklanjuti keluhan dan laporan dari warga sekitar tersebut dengan secara bersama-sama Kepala Lingkungan dan warga mengadakan gotong-royong membersihkan parit. Sementara untuk limbah tinja (kotoran manusia) dari para warga binaan sudah ada sistem penampung tinjanya dengan membuat sejumlah tank atau bak penampungan dan secara berkala kita kerap melakukan penyedotan tinjanya,”  ujarnya. (KRO/RD/Ganden)