RADARINDO.co.id-Jakarta : Menteri Keuangan, Sri Mulyani, diisukan bakal mundur dari kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kabar ini awalnya mencuat dari ekonom senior Faisal Basri. Menurutnya, Sri Mulyani adalah menteri yang paling siap untuk meninggalkan kabinet.
Baca juga : Kejagung Borgol Tersangka Transaksi Ilegal Jual Beli Emas Atam
Menanggapi hal ini, Sri Mulyani menekankan dirinya saat ini tetap fokus bekerja. “Saya bekerja, saya bekerja, oke, makasih,” jawabnya singkat, melansir cnnindonesia, Sabtu (20/1/2024).
Tanggapan itu dilontarkan Sri Mulyani di Istana Negara usai rapat dengan Jokowi. Kendati, ia enggan menjelaskan mengenai isu tersebut.
Sebelumnya, Faisal mengungkapkan para menteri teknokrat ini disebut sudah tak nyaman lagi berada di Kabinet Indonesia Maju. Pasalnya, kepala negara dinilai sudah melanggar aturan dengan menggunakan kekuasaan demi kepentingan politik.
“Saya ngobrol kan dengan petinggi-petinggi partai. Nah, muncul lah katanya yang paling siap itu Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki (Menteri PUPR) juga. Dalam kaitannya dalam Gibran ini ya, karena ini sudah beyond akal sehat gitu,” ungkap Faisal.
Baca juga : Kepala BKAD Deliserdang Sendir KPK, Rp140 Miliar Bukan Data Realisasi Apalagi LK
Terpisah, terkait dengan mundurnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekjen Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah mengaku tak tahu menahu mengenai isu tersebut. Namun ia menduga itu adalah bagian dari politik. “Itu politik, tidak tahu saya. Belum tahu. Saya juga belum ketemu Pak Menteri,” ujarnya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (18/1).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga membantah isu Sri Mulyani bakal mundur dari kabinet. Airlangga menegaskan bahwa isu itu adalah hoaks. “Hoaks itu. Tidak, tidak (mundur). Bu Ani (Sri Mulyani) kan teman saya,” ujarnya usai rapat terbatas di Istana Negara, Jum’at (19/1/2024).
Bantahan Sri Mulyani bakal mundur juga sebelumnya disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Pria yang akrab disapa Zulhas itu menilai kabar tersebut diembuskan jelang Pemilu. Dia mengatakan kabar semacam itu tidak seharusnya beredar. (KRO/RD/Cnn)






