DPRD Tanjungbalai Bahas Pengangkatan Kepling, “Warga Meninggal Ikut Milih”

RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Anggota DPRD Kota Tanjungbalai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) yang sempat menimbulkan kekisruhan ditengah masyarakat, baru-baru ini.

RDP yang digelar bersama Camat dari 6 kecamatan se-Kota Tanjungbalai di aula DPRD Tanjungbalai, Senin (06/1/2025) ini, berlangsung alot. Dimana, dalam pembahasan sempat terjadi ketegangan soal carut-marutnya pengangkatan Kepling.

Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Budi Panjaitan, mengkritisi soal adanya nama warga yang sudah meninggal, namun tercatat ikut memilih. Tentu saja hal tersebut menimbulkan pertanyaan karena dianggap aneh. “Ada yang sudah mati bisa memilih. Ini sangat aneh dalam pemilihan Kepala Lingkungan di Kota Tanjungbalai,” tukasnya.

Baca juga: Kantor Camat Medan Amplas Digeruduk Warga Soal Transparansi Seleksi Kepling

Lain halnya dengan Teddy Erwin, yang mempertanyakan soal kinerja Camat. Pasalnya, dia menemukan adanya SK pengangkatan Kepling yang ditandatangani Sekcam. “Herannya lagi, ada pengangkatan Kepling yang menandatangani SK adalah Sekcam. Ini luar biasa, apa tugas Camat,” ucap Teddy.

Sedangkan, Nuriana Silaban SH menyoroti soal adanya Kepling yang diangkat dari warga yang tinggal di lingkungan lain. “Ada Kepling yang diangkat, tetapi yang bersangkutan tidak tinggal di lingkungan tersebut, inikan melanggar aturan,” ujarnya.

Terkait sejumlah kejanggalan yang dinilai melanggar aturan tersebut, anggota DPRD Tanjungbalai meminta Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai maupun pihak terkait lainnya, agar pemilihan Kepling lebih diawasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (KRO/RD/HAM)