RADARINDO.co.id-Medan: Gubernur provinsi Sumatera Utara (Sumut) dinilai telah mencelehkan suku Pakpak. Dugaan pelecehan itu berawal di acara Halal Bihalal sekaligus pelantikan DPW Himpunan Masyarakat Phakpak (DPW HIMPAK) Sumut.
Sebelumnya panitia mengagendakan acara Halal Bihalal dan pelantikan DPW HIMPAK Sumut di hotel Santikan Dyandra Medan, pada 16 Mei 2022.
Baca juga : Kades Salak II Serahkan Bantuan Ternak Kambing : Kembangkan Dengan Sebaiknya
Acara tersebut sukses karena dihadiri 2000 an warga Pakpak dan berbagai etnis suku lainya serta simpatisan.
Sekaligus memberi ucapan selamat dan sukses kepada Ketua DPW HIMPAK Sumut, teripilih Chandra Lingga dan pengurus lainya.
Mengingat acara berskala nasional itu, pihak panitia mengundang sejumlah pejabat penting di Sumatera Utara, termasuk Gubernur Sumut.
Momen bersejarah itu mengajak seluruh elemen masyakarat suku Pakpak untuk merapatkan barisan dan bersatu utk memajukan Himpak.

Melalui persatuan dan kesatuan nantinya kita akan dapat melahirkan generasi yang memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berkuantitas.
Pemuda-pemudi Pakpak harus merapatkan barisan dan menyatukan pikiran untuk menentukan pemimpin. Sehingga mendapat pemimpin yang diharapkan bisa merangkul dan menjadi pengayomi semua etnis.
Panitia sebelumnya sudah menerima konfirmasi, bahwa Gubsu Edy Rahmayadi bersedia hadir Halal Bihalal dan pelantikan DPW HIMPAK Sumut.
Gubsu juga sudah memerintahkan langsung stafnya untuk mencatatkannya dalam agenda kegiatan Gubernur.
Bahkan staf gubernur beberapa kali menghubungi panitia melalui WA menanyakan beberapa hal termasuk memintan AD/ART HIMPAK. Namun pada hari “H” acara.
Ketidakhadiran Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi membuat kecewa ribuan warga Pakpak. Sosok yang dianggap sebagai orangtua semua etnis dan suku di Sumut yang ditunggu-tunggu tidak hadir.
“Jangankan hadir, bunga papan Gubernur saja tidak ada. Padahal kita juga bagian masyarakat Sumatera utara yang mempunyai hak dan kewajiban yan sama dengan masyarakat lain serta kami juga masyarakat Pakpak mempunyai hak tanah ulayat di beberapa daerah di Sumut ini,“ kata Chandra Lingga saat pembubaran panitia Halal Bihalal dan pelantikan HIMPAK di Cafe Cadika, belum lama ini
Chandra Lingga yang dikenal sebagai tokoh pemuda dan pengusaha itu menilai Edy Rahmayadi bukan hanya memandang sebelah mata masyarakat Pakpak tapi juga diskriminatif dan tidak dapat mengayomi semua etnis dan suku.
Anehnya, Gubernur Edy bisa datang menghadiri halal bihalal etnis lain yang dilaksanakan di salah satu café di Jalan Karya Wisata Medan Johor. Terkesan ada pilih kasih.
Seorang Gubernur itu ibarat sebagai orangtua dan warga sebagai anaknya. Tentu kehadiran orangtuanya sangat diharapkan anak untuk memberi saran dan nasehat.
“Kekecewaan itu saya fikir wajar. Tapi kenyataanya justru malah sebaliknya yang menurut hemat saya tidak tepat. Terkesan melihat masyarakat Pakpak dengan sebelah mata,” tuturnya.
Tidak hanya itu, ternyata Gubsu bisa menghadiri Halal Bihalal di rumah warga di komplek Villaharjosari Indah Jln Garu II Medan Amplas.
Beberapa warga sempat heran dengan kedatangan mobil patroli petugas memasuki komplek perumahan VHI.
Apalagi dihari libur dan beberapa petugas dan ajunda Gubsu ikut menghadiri rumah warga dalam rangka Halal Bihalal.
Ketua DPW HIMPAK Sumut terpillih, Chandra Lingga mengingatkan komunitas suku Pakpak harus bersatu, solid dan bijak memilih pemimpin.
“Kita harus bijak memilih pemimpin yang benar-benar tulus dan bijak. Bisa merangkul seluruh elemen masyarakat Sumut bukan yang berpura-pura, kata Chandra Lingga yang didampingi Sekjen Ahmad Sapril Padang, Bendahara Marudut Tua Manik dan Humas Poltak Lingga.
Hal yang membanggakan sekaligus mengharukan adalah kehadiran lima kepala daerah di Sumut dan Provinsi Aceh, masing-masing Wakil Kota Medan Bobby Nasution diwakili Wakil Walikota Aulia Rachman, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin.
Kemudian dari Provinsi Aceh hadir Bupati Aceh Singkil Dulmusrid dan Walikota Subussalam “Afan Alfian Bintang yang hadir lengkap bersama rombongan serta Ketua DPRD Subussalam Fadly Bintang.
Baca juga : UPT SDN 003 Lubuk Sakat Perhentian Raja Kampar Butuh Penambahan Rombel
Dua kepala daerah dari Provinsi Aceh pun menganggap acara halal bihalal masyarakat Pakpak itu sangat penting.
Soalnya sebagian besar atau mayoritas penduduk kedua kabupaten dan kota itu adalah suku Pakpak.
Sejumlah pihak juga sangat menyesalkan sikap Gunernur Sumut, Edy Rahmayadi yang tidak menghadiri Halal Bihalal HIMPAK Sumut.
“Ribuan warga Pakpak dan etnis lainnya sangat kecewa dengan Gubernur Edy Rahmayadi karena janji dan ucapanya sulit dipegang,” ujar sumber. (KRO/RD/Tim)







