BUMN  

Ini Susunan Jajaran Direksi PTPN III Holding Perkebunan Nusantara

RADARINDO.co.id – Medan : Jajaran Direksi PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara mengalami perombakan. Inilah susunan jajaran PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara yang baru.

Baca juga: Khofifah Dipanggil KPK Terkait Kasus Dana Hibah

Direktur Utama (Dirut) PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara, Denaldy Mulino, Direktur Bisnis Ryanto, Direktur SDM Endang, Direktur Produksi Rizal Damanik, Dirkeu & Menrisk Iswahyudi, serta Direktur Asset Agung Setya Imam Effendy (pernah menjabat Kapolda Sumut).

Komisaris Utama dijabat DR. Ir. Ali Jamil, MP, Ph.D (mantan Sekjen Kementerian Pertanian). Sementara, Komisaris dijabat Sjukrianto Yulia, Riyatno, Zulfikar Abdullah dan Kasan.

Dirut PTPN III Persero Holding Perkebunan Nusantara yang baru, Denaldy Mulino Mauna, tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp25,9 miliar setelah dikurangi hutang.

Dibalik pergantian direksi dan komisaris Holding Perkebunan Nusantara tersebut, masih menyisakan berbagai permasalahan, diantaranya belum terselesaikannya pembayaran hak-hak pensiunan karyawan eks PTPN II, IX, XIV dan PTPN VIII Jawa Barat.

Seperti uang Santunan Hari Tua, uang jubelium, uang cuti, uang meninggalkan rumah dinas, uang kematian dan lainnya, yang nilainya mencapai Rp400 miliar. Juga penyelesaian pembayaran iuran pensiun ke Dapenbun, dengan nominal mencapai Rp1 triliun.

Ketua Umum Koalisi Peduli Pensiunan Perkebunan Nusantara (KP3N), H Zulkifli Barus, menyikapi adanya perombakan besar-besaran di Jajaran Direksi dan Komisaris Holding Perkebunan Nusantara.

Diharapkan, Dirut Holding yang baru, Denaldy, bisa menyelesaikan tunggakan pembayaran iuran pensiun ke Dapenbun yang nilainya berkisar Rp1 triliun.

Zulkifli Barus juga menyebutkan, perombakan jangan berhenti sampai Abdul Ghani saja, tapi lebih jauh Kementerian BUMN, khususnya Dirjen Perkebunan, juga harus mengganti Dirut PTPN IV Palmco Jatmiko Krisna Santosa.

“Kementerian BUMN hendaknya mengangkat sosok Direksi Holding Perkebunan, yang berorientasi tidak hanya kepada bisnis orientet, tetapi juga memiliki pemahaman tentang Tri Dharma Perkebunan dan kearifan lokal, yang bagi bangsa Indonesia merupakan bagian dari pijakan kita bernegara serta memahami karakteristik lingkungan perkebunan,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca juga: Musim Mas dan Permata Hijau Group Dihimbau Segera Kembalikan Kerugian Negara

Dikatakan Barus, pola pikir pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN, harus benar-benar memahami karekteristik dan sosiologi lingkungan perkebunan yang memiliki budaya sangat spesifik.

Sehingga, orang-orang yang memimpin BUMN Perkebunan harus benar-benar siap menghadapinya, karena didalam wilayah perkebunan tersebut, terdapat puluhan ribu jiwa pekerja. (KRO/RD/Tim)