JAM-Intelijen Jalin Kerjasama dengan Kemkominfo

54

RADARINDO.co.id – Jakarta : Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen), Dr. Amir Yanto melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI tentang pengawasan multimedia dan koordinasi data/informasi, Senin (18/9/2023) di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Baca juga : APH Tak Tahu Berapa Biaya Perawatan Kanal Marindal Kering Medan Banjir

Mengawali sambutannya, JAM-Intelijen menyampaikan bahwa dalam rangka mengoptimalkan sistem keamanan nasional, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2023 tentang strategi keamanan siber nasional dan manajemen krisis siber.


JAM-Intelijen menjelaskan latar belakang penyusunan peraturan tersebut adalah tingginya ancaman dan serangan siber sosial di Indonesia. Oleh karenanya, diperlukan sebuah regulasi yang mengatur strategi keamanan siber salah satunya dengan melakukan pengawasan multimedia.

“Seperti kegiatan pemantauan, pengendalian, pemeriksaan dan penelusuran informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik termasuk distribusi, diseminasi, atau transmisi informasi elektronik/dokumen elektronik melalui berbagai sistem elektronik atau platform digital sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, guna menjaga ketertiban dan ketenteraman umum serta keamanan nasional,” ujar JAM-Intelijen.

Baca juga : Entah Siapa Yang “Gerot” Medan Banjir Kanal Marindal Kering

JAM-Intelijen menyampaikan, Bidang Intelijen Kejaksaan sebagai penyelenggara intelijen penegakan hukum, memiliki kewenangan untuk melaksanakan pengawasan multimedia sebagaimana diatur dalam Pasal 30 B huruf e Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

“Pengawasan multimedia yang dilakukan oleh Bidang Intelijen adalah mengetahui Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) dalam permasalahan penegakan hukum. Hal ini penting agar dapat dilakukan deteksi dini sebagai upaya untuk memberikan saran/masukan kepada pimpinan,” ujar JAM-Intelijen. Maka dari itu, dalam rangka mengoptimalkan kewenangan pengawasan multimedia, JAM-Intelijen menyampaikan diperlukan menjalin kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui penandatanganan perjanjian kerjasama. (KRO/RD/Agus)