RADARINDO.co.id : BANYAK orang tidak menyadari telah mengkonsumsi gula secara berlebih. Padahal, jika hal tersebut terus dibiarkan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Ada beberapa tanda tubuh kelebihan gula yang perlu diketahui. Diantaranya lebih ingin konsumsi makanan manis, berjerawat, hingga gigi berlubang. Berikut tanda tubuh kelebihan gula yang perlu diketahui.
Baca juga: Badan Sering Sempoyongan, Lakukan Hal Ini
Mudah Lelah
Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat, terutama gula menurunkan kewaspadaan dalam waktu 60 menit setelah mengkonsumsnya dan meningkatkan kelelahan dalam waktu 30 menit setelah mengkonsumsiya.
Gigi Berlubang
Konsumsi gula menjadi salah satu penyebab utama masalah gigi seperti kerusakan gigi dan gigi berlubang pada orang dewasa dan anak-anak. Plak yang tertinggal di gigi bisa melarutkan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.
Masalah Pencernaan
Konsumsi gula yang tinggi bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, kembung, dan gas. Alkohol gula dan sirup jagung fruktosa tinggi adalah gula olahan yang cenderung menyebabkan gangguan pencernaan karena tubuh tidak bisa memprosesnya secara efisien.
Sulit Tidur
Makan makanan manis, terutama di malam hari bisa memicu lonjakan energi di waktu seharusnya fokus untuk memperlambat dan mempersiapkan tubuh untuk beristirahat. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2019, kualitas tidur yang buruk secara signifikan dikaitkan dengan konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi.
Muncul Jerawat
Ketika memiliki jerawat atau masalah kulit lainnya, ada baiknya untuk mempertimbangkan berapa banyak gula tambahan yang dikonsumsi. Sebab, asupan gula yang tinggi memicu sekresi androgen yang menyebabkan jerawat.
Baca juga: Diabetes “Serang” Kaum Muda, Ini Penyebabnya
Mudah Tersinggung
Konsumsi gula yang tinggi bisa mempengaruhi kadar gula darah. Fluktuasi kadar gula darah bisa mengakibatkan suasana hati yang cepat, termasuk suasana hati yang buruk dan mudah tersinggung.
Nyeri Sendi
Berbagai penelitian mengaitkan konsumsi gula tinggi teratur dengan artritis pada wanita yang kemungkinan karena peradangan. Sehingga, nyeri sendi menjadi salah satu efek dari konsumsi tinggi gula. (KRO/RD/Dtk)







