Ketua Yayasan Pendidikan Delisha Bantah Pemotongan Dana PIP

58

RADARINDO.co.id-Deli Serdang: Ketua Yayasan Pendidikan Delisha, Kiki Mandari membantah keras tudingan pemotongan dana PIP siswa sebagaimana yang digencarkan sepihak oleh beberapa media online beberapa waktu yang lalu. Kiki menyatakan bahwa pihak sekolah tidak ada sedikitpun melakukan pemotongan terhadap siswa yang menerima bantuan PIP. Pada kenyataannya bahwa dana PIP tersebut disalurkan langsung dari Kementerian Pendidikan ke rekening siswa penerima yang dicairkan melalui Bank BNI.

Baca juga : Gudang Penyimpanan LPG Meledak, Terdengar Hingga Jarak 1,5 KM

Dana PIP tersebut dipastikan telah diterima secara utuh oleh siswa yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, Yaspend Delisha difitnah dan dicemarkan nama baiknya oleh beberapa media online. Dalam berita yang tendesius dan tidak memenuhi kaidah jurnalistik tersebut, serta hanya membuat kehebohan diruang publik ditulis bahwa Ketua Yayasan Pendidikan Delisha melakukan pemotongan dan penggelapan dana PIP.

Ketua Yayasan Delisha, Kiki Mandari juga menduga bahwa persoalan ini karena ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. Saya berani membuat dugaan seperti itu, karena kemarin ada laporan terkait pihak-pihak tertentu yang sengaja mendatangi ke rumah-rumah orang tua siswa untuk ikut melaporkan sekolah tentang PIP, dan oknum tersebut dari pihak diluar sekolah, namun ditolak oleh banyak orang tua siswa.

Sementara itu, terkait dengan adanya tanda tangan dari sepuluh orang tua siswa yang memberikan kuasa kepada salah satu pengacara, pihak sekolah sudah meminta klarifikasi kepada orang tua siswa, rata-rata mereka tidak mengerti persoalan ini dan hanya ikut-ikutan tanda tangan serta tidak menduga kalau persoalan ini dibawa sejauh ini oleh oknum-oknum tersebut. Saat ini tujuh orang tua siswa sudah meminta maaf kepada pihak Yayasan dan membatalkan surat kuasa tersebut.

Baca juga : Telan Anggaran Nyaris Rp 3 Miliar, Proyek Pusat Jajanan Sakasanwira Marelan Mubazir

Sementara dengan tiga orang tua siswa yang masih terus melanjutkan persoalan ini ke Polres Binjai, Kiki tetap mempersilahkan, lagian anaknya juga sudah tidak bersekolah disini lagi. Aneh juga ya, disini siswanya 1000 an lebih, yang ribut hanya 3 orang dan kita sama-sama tau kan siapa mereka.

Sepengetahuan kami, mereka tidak terima karena setelah mencairkan PIP, anaknya menggunakan dana PIP tersebut untuk membayar SPP di sekolah dan itulah yang menjadi alasan mereka melaporkan pihak sekolah ke Polres Binjai. Saya pun heran atas aksi tersebut, karena kami pihak sekolah tidak membatasi pembayaran SPP itu menggunakan sumber uang dari mana, yang penting dibayar. Menurut saya tidak ada yang salah juga jika uang PIP itu digunakan untuk membayar SPP di Sekolah, malah itu lebih baik, katanya.

Ketua Yayasan juga menambahkan, padahal awalnya pihak sekolah juga sudah menawarkan jika orang tua keberatan dana PIP digunakan oleh anaknya untuk membayar SPP silahkan saja ditarik lagi dengan syarat menggunakan surat pernyataan, namun kewajiban membayar SPP tetap harus diselesaikan, tetapi mereka tidak mau malah memilih lapor ke Polres, yaudah biarkan saja itu menjadi urusan mereka. (KRO/RD/Ar)