SUMUT  

Pelaksanaan PEMIRA USU 2026 Dinilai Tak Transparan

Aksi demo terkait pelaksanaan PEMIRA USU 2026.

RADARINDO.co.id – Medan : Pemilihan Raya Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (PEMIRA USU) memasuki fase krusial setelah gelombang tekanan dari Aliansi Mahasiswa USU Bersatu berhasil mendorong penghentian sementara proses pemilihan.

Aksi massa yang digelar di depan Biro Rektor USU, Rabu (22/4/2026) tersebut, merupakan bentuk protes atas dugaan ketidaksesuaian dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan PEMIRA USU 2026.

Baca juga: PT AJP Bangun Pos Satpam Diduga Tanpa PBG

Aliansi secara tegas menyatakan ketidakpercayaan terhadap proses maupun hasil sementara yang dinilai tidak mencerminkan prinsip demokrasi kampus yang jujur dan adil.

Dalam pertemuan yang terjadi di tengah aksi, Direktur Ditmawalumni USU, Prof. Agus Purwoko, menyepakati bersama massa aksi untuk menghentikan sementara seluruh rangkaian PEMIRA USU.

Penghentian ini akan berlangsung hingga digelarnya pertemuan lanjutan yang melibatkan seluruh tim pasangan calon, Mahkamah Mahasiswa, serta Panitia Pelaksana PEMIRA guna membahas dan mengevaluasi persoalan yang muncul.

Keputusan tersebut menjadi titik balik penting di tengah meningkatnya eskalasi kritik terhadap penyelenggaraan PEMIRA USU yang dinilai menyisakan banyak persoalan, termasuk dugaan ketidaksesuaian data partisipasi pemilih dengan hasil penginputan suara di tingkat TPS.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa USU Bersatu juga menyoroti dugaan adanya pola kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif, serta mendesak seluruh pihak penyelenggara untuk membuka proses secara transparan kepada publik kampus.

Selain itu, mereka meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi dari pihak Mahkamah Mahasiswa, serta Panitia Pelaksana, agar segera menindaklanjuti seluruh gugatan yang telah disampaikan.

Sorotan juga mengarah pada dugaan keterlibatan pihak eksternal dalam dinamika PEMIRA, termasuk sejumlah nama yang disebut hadir dalam forum-forum terkait, yang kemudian memicu tuntutan evaluasi etik di lingkungan Senat Akademik USU.

Baca juga: Demi Tingkatkan PAD, Pemprov Sumut ‘Pajaki’ Kantin Sekolah Negeri

Aliansi menegaskan bahwa penghentian sementara ini bukan akhir dari gerakan, melainkan awal dari proses pengawalan yang lebih ketat terhadap jalannya PEMIRA USU. Mereka menyatakan akan terus mengawal hingga seluruh tuntutan dipenuhi dan proses dinilai berjalan secara transparan serta berintegritas.

Jika tidak terdapat langkah konkret dalam pertemuan lanjutan, Aliansi Mahasiswa USU Bersatu menyatakan siap melakukan eskalasi gerakan dalam skala yang lebih luas. (KRO/RD/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *