RADARINDO.co.id : SPERMA adalah cairan yang diproduksi oleh organ reproduksi pria bernama testis. Cairan yang biasa berciri khas kental ini memiliki peranan besar dalam proses reproduksi. Sperma yang sehat bisa membuahi sel telur wanita sehingga terjadi kehamilan.
Itu sebabnya, setiap pria yang ingin memiliki anak bersama pasangannya perlu menjaga kualitas sperma agar menghasilkan sel yang sehat. Semakin baik kualitasnya, maka peluang kehamilan pun semakin besar.
Baca juga: Kisah Kumpul Kebo Sudah Ada Sejak Masa Kolonial
Tak sedikit mitos dan fakta soal sperma yang berseliweran di masyarakat. Agar tak salah memahaminya, ketahui mitos dan fakta soal sperma pria.
Mitos
Ada beberapa mitos yang paling terkenal tentang sperma, diantaranya soal mengenakan celana dalam bisa menurunkan jumlahnya. Tak sedikit pria yang percaya kalau mengenakan pakaian dalam ketat bisa menurunkan jumlah cairan ini. Namun, bukti ilmiah justru menunjukan bahwa pernyataan tersebut berlebihan.
Pria yang memakai celana boxer memiliki jumlah sperma 17 persen lebih tinggi daripada mereka yang memakai celana dalam. Namun, temuan ini mungkin tidak bisa sepenuhnya diandalkan. Sebab penelitian bergantung pada pelaporan dan ingatan peserta.
Kemudian, pra-ejakulasi, dimana ketika penis mengeluarkan sedikit cairan sebelum ejakulasi. Meskipun pra-ejakulasi tidak berfungsi untuk menyimpan sperma ke dalam vagina, tetapi dapat mengambil sel yang hidup saat melewati penis.
Satu penelitian menemukan sperma yang sehat dalam 16,7 persen dari sampel pra-ejakulasi. Karena alasan ini, ada kemungkinan kalau pra-ejakulasi juga bisa menyebabkan kehamilan.
Banyak yang percaya bahwa pria yang sudah tua tetap menghasilkan sperma sebaik laki-laki yang lebih muda. Tentu saja hal ini mitos, kualitasnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Penelitian menunjukkan bahwa sperma dari laki-laki yang lebih tua berpotensi menyebabkan mutasi genetik pada keturunannya daripada milik laki-laki yang lebih muda.
Fakta
Sperma dan air mani tidak sama. Sel sperma adalah gamet jantan. Fungsi sel-sel ini adalah untuk menemukan gamet betina agar bisa melebur dan terjadi reproduksi tanpa bantuan.
Pada proses ini, cairan tersebut masuk ke dalam vagina dengan cara melalui ejakulasi. Saat proses itu terjadi, sperma tiba di dalam cairan yang dibuat oleh organ seks pria. Campuran sperma dan cairan ini disebut semen.
Proses produksi sperma atau spermatogenesis nyatanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, proses ini perlu melalui berbagai tahap. Mulai dari hormon yang memasuki tubulus sehingga terjadi pembelahan sel pada testosteron, sampai sel tersebut berubah menjadi spermatozoa yang mirip seperti kecebong.
Baca juga: Peringati HUT TIM, Warga Aceh Perantauan Ngumpul di Jakarta
Peneliti memperkirakan proses ini memakan waktu sekitar 74 hari. Setelah itu, mereka melakukan perjalanan melalui epididimis hingga vas deferens. Nantinya, sel akan memasuki saluran untuk ejakulasi.
Jumlah atau konsentrasi dalam sampel ejakulasi ternyata menentukan jumlah sperma. Gaya hidup ternyata berperan dalam hal tersebut. Penelitian menemukan bahwa merokok bisa menurunkan jumlahnya.
Ada juga bukti bahwa perubahan pola makan bisa berperan. Misalnya, mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin D dapat meningkatkan produksinya. (KRO/RD/HD)







