“Ninja” Merajalela, PTPN IV Rugi Hingga Rp100 Miliar

30

RADARINDO.co.id – Medan : Akibat maraknya “ninja” alias pencuri sawit, mengakibatkan PTPN IV mengalami kerugian hingga Rp100 miliar. Padahal, Polda Sumut dibawah kepemimpinan Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi SH SIK MSI, terus berupaya menekan angka kejahatan, bahkan hingga “blusukan” di sektor perkebunan.

Baca juga : Polres Batu Bara Musnahkan BB Ganja dan Sabu

Kapoda Sumut, Irjen Agung, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pencegahan kejahatan di sektor perkebunan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Sumut mewujudkan keamanan di sektor ekonomi.

“Ini menjadi point penting dalam penanganan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi di Sumut,” ujar Kombes Hadi, Rabu (12/6/2024).

Disebutkannya bahwa kejahatan pencurian masih saja terus terjadi hingga saat ini, khususnya merambah ke perkebunan milik PTPN. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Menurutnya, para pelaku memiliki jalur distribusi dan pasar gelap sendiri untuk menjual hasil curian. “Mereka menjual hasil curian ke penadah,” kata mantan Kapolres Numfor Biak Polda Papua itu.

Terbaru, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut menangkap 6 pelaku kejahatan pencurian sawit. Tak hanya pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya berupa truk nopol BM 8279 PB yang diduga untuk mengangkut hasil sawit curian.

Selain itu, juga turut disita 5 janjang TBS sawit, 5 karung brondolan, 3 tojok, 1 dodos, 2 kampak, 1 egrek pipa, 2 gancu, 1 keranjang timbangan, 1 unit celurit, serta 1 lembar surat pengantar barang TBS kepada PKS PT Sawita Jaya Sejahtera.

Baca juga : Warga Kota Medan Berharap KPK Segera Panggil Kadis Bina Marga

Kemudian, 1 karung berisikan brondolan, 1 unit sepedamotor Honda Supra 125 warna hitam, 1 unit sepedamotor Suzuki Shogun warna merah hitam, 1 buah cangkul, 1 buah karung warna putih dan sejumlah barang bukti lainnya.

Pencurian tersebut terkuak saat pihak keamanan perusahaan pada 14 Mei 2024 bersama 3 saksi mendatangi tempat kejadian perkara di Jalan Afdeling 4 Kebun Bangun Desa Talun Kondot Kabupaten Simalungun dan Afdeling 2 Blok 05 Kebun Bah Birong Ulu Desa Sukamulia Nagori Pinang Ratus Simalungun.

Disana, security melihat para pelaku masing-masing berinisial IW, TU, MI, RI, Ngapak (nama panggilan), sedang mengutip brondolan sekitar 20 karung.
Melihat hal itu, security membuat laporan ke SPKT Polda Sumut. Atas laporan ini, Polda Sumut melakukan penyelidikan dan menangkap 6 pelaku yakni RS, JMS, KMD, IH, SMD dan JM.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 111 Jo Pasal 78
Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan sebagaimana telah diubah
menjadi Pasal 29 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. (KRO/RD/Busr)