RADARINDO.co.id- Samosir : Ikuti Sosialisasi Sadar Wisata di Desa kampung Ulos Huta Raja Pardamean, Desa Lumban Suhu-SuhiToruan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, Gelak tawa penonton pecah karena aksi para ibu penenun Ulos yang melantunkan lagu Opera Batak denga jenaka, Rabu (20/04).
Baca juga : SPI OPD Berjalan Baik, Bupati Zahir Apresiasi Pemeriksaan Terperinci LKPD Oleh BPK RI
Sambil memasang mimik lucu, penampilan ini berhasil menghibur 100 peserta yang hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi sadar Wisata yang diadakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kampung Ulos Huta Raja.
Desa Lumban Suhu-SuhiToruan menjadi salah satu di antara 8 desa wisata di Kabupaten Samosir yang terpilih sebagai tempat berlangsungnya Sosialisasi Sadar Wisata, Adapun desa lainnya meliputi Desa Simanindo, Desa Huta Siallagan, Desa Tuk Tuk Siadong, Desa Tomok Parsaoran, Desa Situkkir, Desa Sionggongug, dan Desa Huta Tinggi.
Frans Tabuh, Plt Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan, Kemenparekraf RI, saat membuka kegiatan mengatakan, “Pariwisata adalah sektor yang sangat terpukul karena pandemi Covid-19.Setelah kondisi berangsur membaik, Kini kita kembali optimis dan bersiap menyambut kedatangan para wisatawan berkunjung ke desa wisata, “ucapnya mengawali sambutannya yang diberikan secara daring dan disiarkan secara paralel ke semua desa.
Frans Tehuh mengatakan seluruh pelaku pariwisata harus bergerak bersama melayani wisatawan dengan paradigma baru yang lengkap di era adaptasi kebiasaan baru setelah situasi berangsur pulih dari pandemi. Penerapan unsur Sapta Pesona berupa keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keramahan, dan kenangan serta Pelayanan prima harus seiring dengan keberlangsungan lingkungan melalui penerapan unsur CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability – (CHSE) di tiap destinasi wisata.
Jaminan kebersihan lingkungan menjadi penting, begitu pula penerapan protokol kesehatan agar wisawatan merasa aman, nyaman dan terlindungi saat berwisata, sehingga mereka betah dan mau lagi berkunjung kembali, “ujar Frans lagi.
Melalui sosialisasi sadar Wisata ini, Kemenparekraf berharap akan lahir para Lical Champion yang mampu menjadi penggerak kemajuan wisata desa, “Kita ingin benar-benar menghadirkan standar pelayanan yang baik melalui penyediaan fasilitas wisata yang memenuhi semua unsur tadi, “pungkasnya Frans Tehuh seraya mengajak kepada kolaborasi seluruh pihak untuk kebangkitan kembali pariwisata di tempat yang dikenal dengan sebutan Negeri Indah Kepingan Surga ini.
Raja Sondang Simarmata selaku Kepala Desa Lumban Suhu-SuhiToruan mengatakan warganya sangat antusias mengikuti dan menerapkan materi yang diberikan dengan bergotongroyong membersikan desa, “Masyarakat sangat antusias dan siap menjadi penggerak pariwisata.
Setelah acara selesai, para peserta langsung bergotongroyong membersikan lokasi kegiatan ini.
Materi Sapta Pesona, dan CHSE langsung dipraktekkan, “ujarnya bersemangat.
Baca juga : Bupati Kampar Dampingi Gubernur Riau Resmikan Tol Pekanbaru-Bangkinang
Sementara itu dari sisi peserta misalnya dari Desa Tomok Parsaoran, Lasma Silalahi, pemilik tokoh cenderamata, mengatakan, “Saya sangat senang mengikuti acara ini karena kami dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana cara menarik wisatawan untuk membeli produk-produk yang kami tawarkan, “tuturnya.
Peserta sosialisasi terdiri dari para pelaku pariwisata mulai pengelola homestay,pedagang kuliner, penjual souvernir pemilik sanggar seni budaya, pemilik kapal dan pekerja garda depan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir. (KRO/ RD/ P Simbolon)






