Pasangan ODGJ Kepergok Hendak Mesum, Keduanya Tanpa Busana

26

RADARINDO.co.id – Jember : Sebuah video yang memperlihatkan pasangan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) diamankan pihak Dinas Sosial, viral di media sosial. Pasangan ODGJ tersebut, diduga hendak berbuat mesum di alun-alun Jember. Pasalnya, saat dipergoki, Selasa (23/1/2024) lalu, keduanya sudah dalam kondisi tanpa busana.

Baca juga : Teman “Nyanyi”, Bandar Narkoba Ini Diringkus Polisi

Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Jember akhirnya turun tangan untuk mengamankan kedua sejoli tersebut. Identitas keduanya yakni, pria berinisial S (60), dan wanita berinisial SH (50).


Kepala Unit Pelaksana Teknis Lingkungan Pondok Sosial (UPT Liponsos) Dinsos Jember, Roni Efendi mengatakan, saat kepergok, kedua ODGJ itu sudah dalam kondisi tanpa busana. “Tindakan tersebut sebetulnya belum sempat terjadi, cuma memang keduanya sudah tanpa busana,” kata Roni, dilansir dari tribunmedan.com, Senin (29/1/2024).

Saat keduanya hendak berbuat asusila, warga di sekitar lokasi sudah berusaha mencegah, tapi kedua ODGJ itu tetap memaksa. Bahkan, warga sempat menyiramkan air kepada kedua ODGJ tersebut, tapi tetap tak berhasil.

“Keduanya tetap memaksa sampai masyarakat menyiramkan air ketika hendak berbuat tidak senonoh. Ternyata mereka belum juga mau berhenti,” ujar Roni.

Baca juga : Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan Gerebek Warung dan Rumah

Hal itu pun membuat sejumlah pedagang yang berada di sekitar Alun-alun geram. Mereka kemudian ramai-ramai membawa kayu untuk mengancam dua ODGJ tersebut. Ternyata, cara tersebut lebih efektif, kedua ODGJ itu akhirnya mau menghentikan aksinya.

Pihak Dinsos Jember kemudian turun tangan, dan berhasil mengamankan S. Sementara SH diamankan saat berada di area Lapangan Glory, Kecamatan Ambulu, di hari berbeda. Setelah diamankan, SH lantas dibawa ke petugas medis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sebab, dari informasi yang beredar di masyarakat, wanita ODGJ itu diduga hamil. “Kami pastikan kembali setelah melakukan pemeriksaan medis di Puskesmas yang berada di Kaliwates maupun Dinas Kesehatan. Apakah klien ini benar hamil atau tidak, sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Roni. (KRO/RD/TRB)