Pemkab Taput Tangani Bencana Banjir di Pahae Jae

RADARINDO.co.id – Taput : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput), menindaklanjuti kunjungan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Camat Pahae Jae, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pahae Jae, Sabtu (19/4/2025) lalu.

Banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Aek Sarulla yang mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.

Baca juga: Diduga Hendak Dirudapaksa, Wanita Nekat Lompat dari Lantai 2

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni P. Lumbantoruan, M.Eng, langsung turun ke lokasi terdampak bersama Kepala BPBD, Camat Pahae Jae, dan Kepala Desa Sarulla untuk meninjau situasi serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Minggu (20/4/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan tenda kepada warga yang terdampak. Selain itu, sebagai bagian dari langkah cepat, alat berat dikerahkan untuk melakukan penimbunan pasir sebagai tanggul sementara, guna mencegah potensi banjir susulan.

Tidak hanya itu, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) turut diterjunkan untuk membantu proses pembersihan sisa banjir di lingkungan permukiman warga.

“Kita hadir langsung untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak. Penanganan darurat telah kita mulai, dan kedepan akan dilakukan langkah-langkah lanjutan secara terukur dan berkelanjutan” ujar Wakil Bupati di lokasi bencana.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah mengajukan usulan pembangunan tanggul permanen kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Usulan tersebut telah direspons serius, ditandai dengan kunjungan langsung Gubernur Sumatera Utara ke lokasi banjir beberapa waktu lalu.

Baca juga: Diduga Lecehkan Sejumlah Siswi SMP, Oknum Guru ASN Dinonaktifkan

Pemerintah Kabupaten berkomitmen penuh untuk terus melakukan pemantauan dan melaksanakan langkah-langkah pemulihan secara terukur, termasuk penguatan infrastruktur pengendalian banjir di daerah rawan bencana. (KRO/RD/RL)