Pemko Tanjungbalai Persiapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dalam mengantisipasi lonjakan harga beras yang belakangan ini kian membebani masyarakat.

Baca juga: Walikota Tanjungbalai Tinjau Lahan Delimas Surya Kanaka

Hal ini ditegaskan dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama pemangku kebijakan yang digelar di Aula Thamrin Munthe, Kantor Walikota Tanjungbalai, Jum’at (18/7/2025).

Rapat kali ini membahas langkah antisipasi inflasi di Kota Tanjungbalai, khususnya terkait komoditas beras yang beberapa minggu belakangan terus mengalami kenaikan.

“Sebetulnya dari minggu lalu atau dua minggu terakhir, kami sudah memprediksi adanya lonjakan harga ini, dan langkah-langkah antisipasi pun telah kami siapkan, terutama untuk beras,” ujar Wakil Walikota.

Salah satu upaya konkret yang akan dilakukan Pemko Tanjungbalai bersama Forkopimda, adalah melakukan kunjungan langsung ke Perum Bulog untuk berdiskusi mengenai persoalan harga beras yang melambung.

Selain itu, melakukan sidak pasar ke pasar-pasar tradisional, ritel modern dan distributor beras, menggelar pasar murah, operasi pasar, serta gerakan pangan murah di sejumlah titik lokasi kecamatan se-Kota Tanjungbalai, juga melakukan monitoring ke RPK (Rumah Pangan Kita).

Wakil Walikota juga mengungkapkan kerjasama serta sinergitas Polres Tanjungbalai dan Kejaksaan yang siap berkolaborasi dengan Pemko Tanjungbalai untuk melakukan pengawasan terhadap bahan pokok.

Rencanya, Pemko Tanjungbalai akan melakukan kunjungan ke Perum Bulog Divre Kisaran pada, Senin (21/7/2025) mendatang guna mengecek kualitas beras Bulog.

“Untuk menekan kenaikan harga beras akan dilaksanakan kegiatan pasar murah dan gerakan pangan murah (GPM) di beberapa kecamatan di Kota Tanjungbalai didukung Perum Bulog dengan menyediakan beras SPHP,” terangnya.

Berdasarkan data dari Perum Bulog, saat ini stok beras SPHP di gudang Bulog sebanyak 237 ton dan akan terus re-packing, sehingga stoknya akan terus bertambah.

Baca juga: Gubsu Lantik 103 Pejabat Administrator dan Fungsional, Ini Daftarnya

Langkah ini, ungkap Muhammad Fadly, merupakan bagian dari komitmen Pemko Tanjungbalai dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dan meringankan beban masyarakat ditengah tekanan inflasi saat ini.

“Untuk pagu penerima bantuan pangan di Kota Tanjungbalai 17.681 penerima manfaat. Penyaluran beras sendiri akan dikemas dalam 10 kg yang merupakan bantuan dari Kementerian Sosial, diberikan secara gratis untuk para penerima bantuan pangan,” jelasnya. (KRO/RD/HAM)