PTPN I dan IdeaRun Gelar PCC 2026 Vibes

PTPN I dan IdeaRun gelar PCC 2026 Vibes.

RADARINDO.co.id – Bandung : Riuh rendah aspal kawasan Dago pagi itu terasa berbeda. Aroma tanah basah dan hembusan angin sejuk khas ketinggian Pangalengan seolah hadir di jantung Kota Bandung melalui gelaran Pangalengan Cross Country (PCC) 2026 Vibes.

Aktivasi ini menjadi jembatan emosional bagi masyarakat urban untuk merasakan denyut nadi Perkebunan Teh Malabar sebelum laga sesungguhnya dimulai.

Baca juga: PTPN I Regional 8 Salurkan Bantuan di Morowali Utara

Berpusat di Bosscha Space, acara yang diinisiasi oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara bersama IdeaRun ini menyedot perhatian sekitar 75 pelari dari berbagai lintas komunitas.

Memanfaatkan momentum Car Free Day, para pelari menyusuri rute ikonik sejauh 7 kilometer menuju Gedung Sate, sebuah simulasi kecil menuju petualangan besar di alam terbuka pekan depan.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa PCC Vibes bukan sekadar ajang lari pagi. Baginya, ini adalah strategi komunikasi untuk menunjukkan bahwa aset perkebunan negara kini tampil lebih inklusif dan relevan dengan gaya hidup modern.

“Kami ingin menghadirkan cuplikan pengalaman dari aset PTPN I Regional 2. Perkebunan teh bukan lagi sekadar komoditas industri, melainkan ruang produktif yang mampu menyalurkan energi positif bagi masyarakat. Kami mengundang publik untuk kembali ke alam melalui harmoni olahraga dan pelestarian lingkungan,” ujar Teddy, melalui keterangan tertulis, Jum’at (17/4/2026).

Narasi besar ini diperkuat oleh Ali dari 2230 Sport Agency (IdeaRun). Ia menjelaskan bahwa PCC merupakan bagian integral dari ekosistem Running Summit yang mengintegrasikan edukasi, industri, dan kompetisi.

“Tahun ini, melalui Running Summit, kami melengkapinya dengan Running Conference yang membahas sport science. Puncaknya adalah PCC, di mana para pelari akan benar-benar menguji limit mereka di medan lintas alam yang autentik,” jelas Ali.

Namun, berlari di atas tanah perkebunan tentu berbeda dengan aspal kota. Menyadari tantangan tersebut, Tesa dari Pangalengan Athlete Training Center (AMTC) menekankan pentingnya persiapan teknis. Sebagai pihak yang mengawal standarisasi lapangan, AMTC memastikan rute yang dihadapi pelari adalah medan yang menantang namun tetap aman.

“Berlari lintas alam (cross country) menuntut kekuatan fisik dan kejelian membaca medan yang berbeda. Kami ingin setiap pelari membawa pulang pengalaman teknis yang berharga,” tambah Tesa.

Baca juga: Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Sosial di Lingkungan Masyarakat

Menutup rangkaian aktivasi, Project Director PCC 2026, Sugeng, mengingatkan bahwa setiap langkah kaki di kebun teh nantinya akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi pemantik ekonomi bagi UMKM di Pangalengan. Wilayah ini adalah rahim bagi atlet-atlet lari berbakat nasional, dan melalui event ini, kita memberikan panggung bagi mereka,” pungkasnya. (KRO/RD/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *