RADARINDO.co.id – Jakarta : PTPN IV PalmCo, subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), mencatat tonggak penting dalam pengelolaan hubungan industrial melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2026–2027.
Prosesi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (08/1/2026) ini, menjadi momentum bersejarah karena merupakan PKB tunggal pertama sejak terbentuknya Subholding PalmCo.
Baca juga: PalmCo Gelar Program Pencegahan Stunting
Agenda tersebut dihadiri Direktur SDM dan Umum PTPN III (Persero) Endang Suraningsih, Direktur SDM & TI SupportingCo Siwi Peni, Direktur SDM & TI PT SGN Affan Safiq, jajaran manajemen PalmCo, serta pemangku kepentingan terkait.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa PKB ini merupakan fondasi utama dalam menjalankan mandat strategis perusahaan pasca transformasi di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara.
“PTPN IV PalmCo saat ini menerima beberapa mandatory program strategis, mulai dari intensifikasi lahan hingga percepatan hilirisasi komoditas sawit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Sementara, Direktur SDM & TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa perundingan PKB merupakan hasil konsolidasi panjang pasca-merger yang melibatkan berbagai entitas di lingkungan PalmCo.
PKB Periode 2026–2027 mencakup pengaturan komprehensif terkait standarisasi sistem penggajian, jaminan kesehatan, serta penyelarasan budaya kerja di seluruh regional PalmCo.
Kebijakan tersebut dirancang untuk meminimalkan kesenjangan antarunit pasca-merger, sekaligus memastikan prinsip keadilan dan kesetaraan bagi seluruh insan perusahaan.
Baca juga: PTPN IV Regional III–Kejati Riau Kolaborasi Jaga Kepastian Hukum
Selain itu, pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama PKB guna menjawab tantangan transformasi industri perkebunan yang semakin dinamis dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penetapan PKB tunggal ini menjadi pijakan strategis bagi PTPN IV PalmCo dalam menyongsong tahun 2026 dengan optimisme, stabilitas hubungan industrial, dan fokus pada peningkatan kinerja berkelanjutan. (KRO/RD/Red)







