RADARINDO.co.id-Jakarta: Sepanjang 2022 dana Pungutan Ekspor (PE) Sawit mencapai Rp 34,5 Triliun. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menghimpun dana pungutan ekspor lebih dari Rp34,59 triliun di 2022 terbilang menurun dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp71,64 triliun.
“Ini memang seolah terjadi penurunan yang cukup besar,” ujar Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman dalam konferensi pers, Kamis (22/12).
Baca juga : Penghapusan Nilai Tanaman Sawit PTPN I Sebesar Rp28,5 Miliar Dicurigai Modus
Menurunan dana pungutan ekspor, menurut Eddy disebabkan adanya kebijakan larangan ekspor CPO dan turunannya yang diterapkan pada 28 April-23 Mei 2022.
Kebijakan tersebut diambil pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga minyak goreng dalam negeri.
Selain itu, adanya kebijakan pembebasan tarif pungutan ekspor yang mulai dilakukan pada 15 Juli. Pembebasan pungutan ekspor berakhir pada 15 November karena pada 16 November harga CPO sudah mencapai US$ 800 per metrik ton (MT). Adapun kebijakan tersebut diambil pemerintah untuk mengerek harga tandan buah segar (TBS) yang sempat jatuh di pasaran.
Eddy menyatakan, BPDPKS siap menjalankan program-programnya pada tahun 2023. Dia memproyeksikan penerimaan pungutan ekspor tahun depan mencapai sekitar Rp30 triliun. Selain itu, BPDPKS mempunyai saldo sebesar Rp 20 triliun.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyampaikan, pihaknya telah menyalurkan dana untuk program peremajaan sawit rakyat (PSR). Tercatat, dana yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp7 triliun.
Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menyampaikan, jumlah dana PSR yang tersalur pada tahun 2019 sebesar Rp2,26 triliun untuk mendanai 90.491 hektar replanting. Pada tahun 2020, dana yang disalurkan sebesar Rp2,67 triliun untuk mendanai 94.033 hektar kegiatan replanting.
Kemudian, tahun 2021 dana yang disalurkan sebesar Rp1,26 triliun untuk mendanai 42.212 hektar. Selanjutnya, pada tahun 2022 BPDPKS mengatakan, dana PSR yang disalurkan sebesar Rp923 miliar untuk mendanai replanting 30.579 hektar.
Sejak tahun 2016 BPDPKS telah menyalurkan dana sebesar Rp7,52 triliun untuk membiayai kegiatan replanting sebesar 273.666 hektar. Ini diberikan kepada 120.168 pekebun. Ini adalah progres dari program peremajaan sawit rakyat, jelas Eddy.
Baca juga : Kantor Desa Hamparan Perak Diduga Curi Arus Listrik
Volume ekspor sawit Indonesia tahun 2022 mencapai berada di dalam kisaran 34,67 metrik ton (MT). Adapun, volume ekspor tahun 2021 mencapai 37,78 juta metrik ton. Jika dibandingkan tahun 2021, volume ekspor terbilang menurun.
Beredar kabar sejumlah perusahaan sawit raksasa di Sumatera Utara, tahun sebelumnya menerima dana replanting peremajaan sawit mencapai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah.
“Perusahaan perkebunan sawit raksasa di Sumatera Utara ‘kecipratan’ dana replanting cukup fantastis. Bahkan kabarnya pemberian dana tersebut sudah sempat ditangani pihak penyidik,” ujar salah seorang petani rakyat asal Labuhanbatu, belum lama ini.(KRO/RD/SITANGGANG)







