Ratusan Unit Ranmor di Gudang Milik Oknum TNI Digerebek Polda Metro Jaya dan Kodam V Brawijaya

36

RADARINDO.co.id-Jawa Timur: Diduga menjadi bos mafia dan Oknum TNI berpangkat Mayor ditangkap dan diperiksa POM TNI. Mereka diduga menjadi otak dan pelaku Curanmor atau penadah serta trading ilegal hasil Curanmor ke Timor Leste dan sejumblah daerah lainnya.

Pelaku terduga bernama Eko Irianto, melibatkan oknum anggota TNI AD berpangkat mayor tersebut berhasil mengumpulkan ranmor roda empat dan dua jumlahnya ratusan unit pada 4 Januari 2024pukul 15.10 WIB.

Baca juga : Jampidsus Periksa Saksi Perkara Komoditas Timah


Barang bukti hasil curanmor di Gudbalkir Pusziad Jalan Buduran 8, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dari gudang mafia tersebut melakukan kirim barang dan orderan ke Timor Leste, memakai jalur kapal dimuat kontainer.

Informasi dari internal TNI, sekira bulan Juni 2023 Eko Irianto telah meminta bantuan kepada Kopda Adi Saputra, Kesatuan Gupusjat Optronik II Ditpalad Buduran Sidoarjo untuk dicarikan lokasi menyimpanan kendaraan yang akan dikirim ke Timor Leste, kemudian Kopda Adi Saputra berkoordinasi dengan Mayor Czi Pudjo Kagudblkir Pusziad dan diberikan tempat atau lokasi di Gudblkir Pusziad Buduran Sidoarjo.

Pada 4 Januari 2024 sekira pukul 15.00 WIB, personel gabungan Reskrim Polda Metro Jaya dan Pomdam V/Brawijaya membawa Eko Irianto menuju Gudbalkir Pusziad Buduran Sidoarjo.

Setelah itu Reskrim Polda Metro Jaya dan Lidpam Pomdam V/Brw melakukan koordinasi dengan Gudbalkir Pusziad guna melakukan pengecekan kendaraan waktu melakukan pengecekan, personel Satlak Lidpam Pomdam V/Brawijaya ditemukan beberapa kendaraan yang diduga hasil dari curanmor.

Baca juga : Kejagung Periksa Saksi Perkara Perkeretaapian Medan

Sumber informasi menyebut motor disimpan di dalam rumah dinas yang tidak terpakai, dengan bukti sebanyak Honda Scoopy 31 Unit. Honda Beat 38 Unit, Honda Genio 14 Unit. Kawasaki Klx 2 unit. Honda Crf 1 unit. Honda Sonic 1 Unit dan Yamaha XSR 1 unit.

Kemudian yang tersimpan di samping lapangan tenis dengan rincian: 1 unit Toyota Rush warna Putih. 1 unit Suzuki Carry warna Hitam. 1 unit Daihatsu Grand Max warna Silver AD 7351 XX. 1 unit Daihatsu Grand Max warna Hitam Nopol K 1414 XC. 1 unit Suzuki Carry warna Hitam berisi (2 unit motor Honda Beat Street warna Hitam, 2 unit Honda Beat warna Hitam). 1 unit Suzuki Carry (2 unit motor Honda Beat warna Hitam Doff, 1 unit Honda Beat warna Hijau Army, 1 unit Honda Beat warna Abu – Abu). 1 unit Daihatsu Grand Max warna Putih Nopol G1066 CX. 1 unit Suzuki Carry Nopol N 8146 ACB.

1 unit Toyota Rush warna Hitam. 1 unit Terios warna Putih. 1 unit Daihatsu Grand Max warna Abu – Abu Nopol B 9586 ZAE berisi (2 unit Honda Vario 160 warna Hitam, 1 unit Honda Beat warna Hitam Doff, 1 unit Honda Genio warna Merah Hitam). 1 unit Toyota Avanza Tipe G warna Hitam Nopol B 2050 TRH. 1 unit Toyota Rush warna Putih Tipe GR Nopol D 1158 AKT. 1 unit Suzuki Carry warna Hitam Nopol B 9585 KAX, 1 unit Toyota Raize warna Merah.

1 unit Suzuki Carry warna Hitam. 1 unit Toyota Rush warna Hitam Nopol L1394 AYY. 1 unit Daihatsu Grand Max warna Hitam. 1 unit Daihatsu Grand Max warna Hitam Nopol K 1125 AJ. 1 unit Daihatzu Grand Max warna Abu – Abu. 1 unit Toyota Rush Tipe GR Nopol L 1181 ZN. 1 unit Suzuki Carry warna Hitam Nopol G 9573 CC. 1 unit Daihatzu Grand Max warna Silver Nopol S 1511 XY. 1 unit Suzuki Carry warna Putih. 1 unit Toyota Avanza warna Hitam Nopol B1079 CZS.

1 unit Suzuki Carry warna Putih. 1 unit Suzuki Carry warna Hitam Nopol E 8733 RB. 1 unit Daihatsu Grand Max warna Abu Abu. 1 unit Suzuki Carry warna Putih Nopol P 1957 YX. 1 unit Mitsubushi Colt Diesel Fuso NDX warna Kuning/Dump Truk. 1 unit Suzuki Carry warna Hitam berisi (1 unit Honda Beat warna Abu – Abu.

1 unit Honda Scoopy warna Merah Hitam, 2 unit Honda Beat warna Merah Hitam, 1 unit Honda Beat warna Biru). 1 unit Suzuki Carry warna Silver berisi (1 unit Honda Beat warna Hitam Doff, 2 unit Honda Beat warna Biru,1 unit Honda Beat warna Abu – Abu, 1 unit Honda Genio warna Hitam).

Lalu, yang tersimpan di dalam gudang yang tidak terpakai yakni:

– 1 unit Daihatsu Grandmax Hitam berisi (Spm Honda Scoopy 2 unit, Spm Honda Beat 3 unit)
– 1 unit Daihatsu Grandmax warna Hitam berisi
(Spm Honda Scoopy 1 unit, Spm Honda Beat 3 unit, Spm Honda Genio 1 unit)
– 1 unit Daihatzu Grandmax warna Putih
– 1 unit Daihatzu Grandmax warna Hitam berisi (Spm Honda Vario 160 1 unit, Spm Honda Scoopy 3 unit)
– 1 unit Suzuki Carry warna Hitam berisi (Spm Honda Scoopy 5 unit)
– 1 unit Suzuki Carry warna Putih
– 1 unit Daihatzu Grandmax warna Hitam
– 1 unit Daihatzu Grandmax warna Putih berisi (Spm Honda Vario 2 unit, Spm Honda CRf 150 1 unit, Spm Honda Beat 1 unit)
– 1 unit Daihatzu Grand Max warna Abu-Abu berisi (Spm Honda Vario 160 2 unit, Spm Honda Beat 2 unit)
– 1 unit Suzuki Carry warna Hitam
– 1 unit Suzuki Carry warna Hitam Nopol L 1099 USK
– 1 unit Suzuki Carry warna Putih berisi (Spm Honda Beat 3 unit, Spm Honda Scoopy 1 unit, Spm Honda Genio 1 unit)
– 1 unit Daihatzu Grand Max warna Putih berisi (Spm Honda Scoopy 1 unit, Spm Honda Vario 160cc 1 unit, Spm Honda Genio 1 unit, Spm Honda Beat 1 unit)
– 1 unit Daihatzu Grand Max warna Abu-Abu berisi (Spm Honda Scoopy 3 unit, Spm Honda Vario 160cc 1 unit, Spm Honda Beat 1 unit)
– 1 unit Daihatzu Grand Max warna Putih

Di dalam aula yang tidak terpakai dengan rincian sebagai berikut sbb :
– Honda Vario 5 unit
– Honda Beat 43 Unit
– Honda Scoopy 9 Unit
– Honda Verza 150 1 Unit
– Honda Sonic 150 2 Unit
– Honda Genio 1 unit

Terhitung jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan di Gudblkir Pusziad Buduran Sidoarjo yakni: mobil 49 unit,
dan sepeda motor 215 unit,” ujar sumber blok-a.com.

Petugas terlihat mengamankan Mayor Czi Bagus Pudjo Raharjo, Kopda Adi Saputra dan Praka Jazuli menurut sumber Informasi, aksi mereka dilakukan sejak awal 2023.
Dan bahkan sudah terjadi pengiriman kendaraan sebanyak 3 kali ke Timor Leste memakai kapal kontainer. Untuk sekali pengiriman memakai 1 kontainer terdiri dari 4 mobil, dan 20 motor.

Masyarakat memberi acungan jempol kepada Polda Metro Jaya dan Kodam V Brawijaya telah sukses membongkar jaringan Curanmor yang diduga melibatkan oknum TNI. (KRO/RD/An)