Saat Kecil, Wanita Ini Dijual Keluarga untuk Jadi “Budak Seks”

70

RADARINDO.co.id : Jessa Dillow Crisp adalah penyintas dan aktivis perdagangan manusia yang kini menjadi aktivis. Wanita asal Kanada itu mengaku dijual keluarganya saat masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Dikatakan jika seorang fotografer diminta untuk mengambil gambarnya kemudian ia dipaksa untuk berhubungan seks dengan orang asing demi uang.

Ketika itu, Jessa tidak diperbolehkan untuk sekolah. Bahkan ia dipaksa untuk bekerja sebagai petugas hotel ketika siang dan dijual sebagai pekerja seks ketika malam.

Baca juga : Tiga Penambang Emas Ilegal di Pidie Ditangkap Polisi


“Aku selalu ingin sekolah. Melihat keluar jendela kamar tidur, ada sebuah SD disana. Jadi kapan pun aku berdiri di jendela, aku selalu melihat sekolah dan selalu melihat anak-anak bermain. Aku diajarkan bahwa anak kecil tidak pergi sekolah. Tujuan mereka dalam hidup adalah digunakan untuk seks,” katanya, dilansir dari wolipop.

Setelah bertahun-tahun tersiksa, ia akhirnya bertemu seorang wanita asal Kansas, AS yang sadar Jessa mungkin butuh bantuan. Wanita itu menyelipkan nomor teleponnya kemudian membantu Jessa keluar dari sana.

“Dia melihat tanda-tanda aku korban perdagangan manusia. Dia memberiku nomor telepon dan memintaku untuk menghafalnya. Pertama kali aku menelepon, aku di bawah tumpukan selimut hampir tidak berani bernapas kalau saja ada seseorang atau germoku yang mendengar. Panggilan pertama hanya berlangsung beberapa menit tapi dari percakapan buru-buru itu, wanita ini mengatakan kebenaran tentang hidupku dan beberapa perkataan negatif yang aku terima sejak kecil,” katanya.

Menurutnya, dia berkata padanya bahwa nilainya bukan angka dollar terkait seks dan menjelaskan masa depannya tidak harus dibangun oleh trauma yang terjadi padanya. Dengan bantuan wanita itu, Jessa akhirnya bisa kabur lalu berlindung di sebuah penampungan di Colorado.

“Aku kabur tidak seperti cerita dongeng seperti film Disney, waktu itu sangat dipenuhi ketakutan dan berbulan-bulan persiapan. Aku takut akan hal-hal yang aku tidak ketahui, takut aku diburu oleh germo dan orang-orang yang menyiksaku, dan takut akan masa depan,” ucapnya.

Baca juga : Cara Alami Bersihkan Lendir di Paru-paru

Wanita 34 tahun itu tinggal di sana sampai visanya habis dan harus kembali ke Kanada. Sampai suatu hari, ia kembali mengalami pelecehan ketika seorang wanita yang mendekatinya menjebaknya untuk diperkosa sekumpulan pria. Kembali mengalami trauma, ia akhirnya kabur dan kembali ke Colorado kemudian dibantu untuk hidup di sana.

Kini Jessa sudah hidup bebas. Ia bahkan bisa mengejar pendidikan dan lulus S1 di jurusan konseling klinis dengan IPK 4.0. Jessa kemudian diadopsi oleh sepasang suami istri yang ditemuinya di jalan menuju rumah aman. Ia pun telah menikah dan membangun sebuah organisasi bersama yang dinamakan BridgeHope untuk membantu anak-anak yang diperdagangkan. (KRO/RD/WOL)