RADARINDO.co.id – Medan : Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI melemah 2,30% ke Rp3.830 pada akhir sesi I perdagangan, Rabu (30/7/2025). Saham ini diperdagangkan di rentang Rp3.820-3.910.
Baca juga: China Tanam Modal Rp1,6 Triliun Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa
Saham BBRI memerah sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga turun 0,72% ke level 7.562,80. Sebanyak 325 saham memerah, 276 saham hijau, dan 199 saham stagnan.
Tercatat, sejumlah 82,82 juta saham Bank Rakyat Indonesia ditransaksikan, frekuensi 23.605 kali, dan nilai transaksi Rp319,72 miliar. Saham BBRI terkena tekanan jual.
Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBRI mencatatkan net sell Rp108,9 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.
Saham emiten BUMN ini melanjutkan catatan merah pada, Selasa (29/7/2025) kemarin yang ditutup minus 0,51%. Dalam satu tahun terakhir, saham BBRI masih melemah 17,99%. Adapun asing mencatatkan net sell saham BBRI Rp4,15 triliun dalam periode tahun berjalan.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan salah satunya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI dengan target harga Rp4.360 kala IHSG diprediksi akan bangkit.
Baca juga: Diduga Lakukan Penipuan Rp1,5 Miliar, Pemilik Bengkel Vespa Dipolisikan
Sebelumnya, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila menyampaikan, rekomendasi saham BBRI dengan target harga Rp5.025. Menurutnya, BBRI didukung oleh potensi peningkatan kredit UMKM dan minat investor asing.
Disisi lain, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diluncurkan pemerintah pada 19 Juli 2025 dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap prospek saham Bank Rakyat Indonesia. (KRO/RD/IV)







