Sakit Hati Ditolak “Nambah Main”, Pria Ini Aniaya Teman Kencan Hingga Tewas

15

RADARINDO.co.id – Jambi : Diduga tidak terima lantaran ditolak untuk nambah melakukan hubungan intim, seorang pemuda berinisial D (20) tega menganiaya teman kencan wanitanya berinisial F hingga tewas di sebuah kamar indekos Paal V, Kota Jambi pada 08 Juni 2024 lalu.

Baca juga : Pemko Bersama BPJS Kesehatan Launching UHC di Kota Padangsidimpuan

Melansir tribunnews.com, Senin (17/6/2024), peristiwa berawal saat rekan korban berinisial S pulang ke tempat indekos Sinar Berkah setelah mencari makan. Sesampainya di kamar indekos, korban langsung makan ayam geprek yang sebelumnya dibeli. Kemudian, korban meminta tolong kepada S untuk dicarikan tamu karena butuh uang untuk pulang kampung.

“Permintaan korban dipenuhi oleh temannya (S), melalui akun Michat yang dibuatnya sesaat itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Indar Wahyudi.

Tak lama, korban mendapatkan tamu dengan tarif Rp400 ribu untuk satu jam. Beberapa saat kemudian lanjutnya, pelaku datang naik motor menuju ke kamar indekos. Selanjutnya, pelaku dan korban melakukan hubungan intim didalam kamar indekos tersebut. Usai hubungan intim, pelaku langsung membayar, sesuai tarif yang dijanjikan yakni sebesar Rp 400 ribu.

“Usai berhubungan, pelaku minta tambah main 1 kali lagi karena perjanjian selama 1 jam. Namun permintaan pelaku itu ditolak oleh korban. Korban mau main 1 kali lagi dengan syarat pelaku menambah uang Rp 100 ribu,” jelasnya.

Baca juga : Pemko Padangsidimpuan Gelar Takbiran Idul Adha 1445 H

Tetapi sambungnya, pelaku menolak permintaan korban sehingga terjadi cekcok dan adu mulut. Kemudian, pelaku mengikuti dan nekat memeluk korban dari belakang, diduga untuk memperkosa korban. Tak ayal lagi, perkelahian antara pelaku dan korban pun tak terelakan. Saat itu, korban berteriak hingga membuat pelaku panik.

“Saat terjadi perkelahian, pelaku sempat terjatuh, seketika ia melihat ada pecahan keramik di lantai WC. Pelaku lalu mengambil pecahan keramik tersebut dan dipukulkan ke kepala korban. Kemudian pelaku memukul korban beberapa kali hingga korban tergeletak di WC,” ungkapnya.

Selanjutnya, pelaku mengambil HP korban dan membawanya kabur menggunakan sepedamotor menuju ke mes karyawan tempat wisata Kampung Rajo. Pelaku lalu pulang ke rumahnya dan mematikan HP korban di rumahnya. Sementara jasad korban ditemukan temannya dalam kondisi bersimbah darah.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, akhirnya polisi mengantongi identitas pelakunya. Polisi berhasil menangkap D pada Sabtu 15 Juni 2024, tepat satu minggu setelah kejadian.

“Pelaku diamankan oleh anggota di rumah ibu tirinya di Koto Boyo, Kabupaten Batanghari,” ungkap Indar sembari mengatakan bahwa pelaku langsung di bawa ke Polsek Kota Baru Jambi guna proses lebih lanjut. (KRO/RD/Trb)