Seorang Pelajar SMP Hanyut di Sungai Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut Di Ranting Sei Belumai

123 views

RADARINDO.co.id- Deliserdang: M. Fahri Saragih (13), Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), warga Lorong Omadiyah, Dusun IV, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang yang dikabarkan hilang akibat hanyut di Sei Belumai kin ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi di Sungai Belumai Dusun I Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Kamis (17/11/2022). Sekira pukul 01.00 Wib Dinihari.

Baca juga : Dorong Percepatan Transformasi Digital, OJK Gelar Capacity Building BPR dan BPRS Sumut

Dari Informasi dihimpun sebelumnya Korban M Fahri Saragih anak dari pasangan Rusdianto Saragih (43) dan Nurhijrah (39) sempat dikabarkan hilang tenggelam hanyut terseret arus Sungai Buntu Bedimbar dibelakang pabrik Medisave Kecamatan Tanjung Morawa pada 28 Oktober 2022 lalu.

Petugas langsung respon cepat dengan melakukan pencarian menyusuri aliran sungai tempat korban tenggelam hingga kemuara sungai Belumai di Kecamatan Pantai Labu berbatas dengan laut Pantai Labu yang dilakukan siang dan malam hari itu tidak juga mendapatkan hasil.


Seminggu melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil, Petugas resmi menghentikan pencarian pada korban, Kamis 3 November 2022.

Mendapatkan laporan ada penemuan mayat di Sei Belumai Kapolsek, Kanit Reskrim, Kanit Sabhara beserta personil piket jaga mendatangi TKP.

Selanjutnya sekira pukul 02.00 wib BPBD Kabupaten Deli Serdang dan Inafis datang ke TKP untuk mengangkat jasad korban dari sungai kata Kapolsek.

Baca juga : Walikota Sidempuan Tanam Perdana Bawang Merah di Desa Purwodadi

“Korban ditemukan pertama kali oleh pengunjung kafe Ari yang sedang makan di Dusun I Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis Pada hari Rabu tgl 16 November 2022 sekira pukul 23.00 Wib,” ujar Kapolsek Batangkuis, AKP Simon Pasaribu, SH.

Kemudian untuk memastikan korban adalah M. Fahri Saragih jenazah dilihat oleh pihak keluarga nya yang saat itu juga sudah berada di lokasi.

Setelah melihat jenazah tersebut orang tua korban meyakini benar bahwa jasad tersebut adalah benar anaknya yang hilang terseret arus sungai, selanjutnya mayat langsung di bawah ke RSUD Lubuk Pakam dengan menggunakan mobil ambulance.

Menurut Orang tua korban mereka tidak mencurigai siapapun atas kematian anaknya (korban) karena menurut mereka Kematian korban adalah akibat hanyut saat berenang.(KRO/RD/Nst)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini