SMPN 6 Siak Hulu Membutuhkan RKB Dan Labor Komputer

62 views
SMPN 6 Siak Hulu Membutuhkan RKB Dan Labor Komputer
SMPN 6 Siak Hulu Membutuhkan RKB Dan Labor Komputer

RADARINDO.co.id-Kampar : Mudah mudahan masa Pandemi Covid-19 cepat berlalu dan sekolah sekolah sudah dapat menjalankan aktivitas normal kembali. Seperti halnya SMPN 6 Siak Hulu Kabupaten Kampar saat dikunjung Awak Media, Rabu (26/01/2022) sekira pukul 09.00 Wib disambut langsung Kepsek SMP 6 Siak Hulu H. Ahmad Ikrom T. S.Ag

Baca juga : Walikota Sidimpuan Serakan Santunan Klaim Jaminan Kematian

Diruang kerjanya saat Awak Media menanyakan perkembangan dan Aktivitas sekolah, Ikrom panggilan Akrab Kepsek SMPN 6 Siak hulu mengatakan, sementara sekolah masih melaksanakan PTM karena belum ada Keputusan dari Disdikpora Kampar. Mudah mudahan apa yang diharapkan pihak pemerintah dalam menangani Covid-19 cepat terselesaikan, dan harapan kami sekolah sekolah dapat melaksanakan proses belajar mengajar normal kembali.” Ucap Ikrom

Lanjut Ikrom, perkembangan sekolah dan semakin padatnya pendudul disekitar Sekolah, membuat pihak sekolah nantinya bisa kewalahan dalam menghadapi PPDB tahun 2022 nanti. Untuk itu harapan kami dari pihak sekolah bisa mendapat bantuan dari pihak pemerintah. “Coba lihat Pak Wartawan Ruang Kelas Belajar (RKB) masih seperti yang dulu belum ada penambahan.” Ungkap Ikrom


Kalau bisa kami pihak sekolah mengharapkan penambahan RKB karena yang tersedia hanya 10 RKB belum cukup untuk siswa siswi, makanya kami lakukan 4 shif dari pukul 07.20 Wib hingga 17.45 Wib. Dalam hal ini kami membutuhkan 8 ruang kelas baru. Hal ini agar pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat lebih maksimal.

Ungkapnya lagi, jika sudah siang hingga sore, baik guru maupun anak tidak lagi konsentrasi dalam pembelajaran. Kebutuhan 8 ruang kelas baru ini adalah kebutuhan yang sudah sangat mendesak.

Baca juga : Cemburu Lihat Istri Bermain Ponsel Tengah Malam, Suami Lakukan Ini

Selain 8 ruang kelas baru, pihak sekolah SMPN 6 Siak Hulu juga butuh 1 (satu) ruang labor komputer. Sejak terjadinya kebakaran di tahun 2017 lalu, hingga saat ini sekolah tak memiliki ruang labor komputer dan sementara terpaksa menggunakan gudang sebagai labor komputer.

Apalagi Kemendikbudristek saat ini tengah gencar di bidang teknologi dan komunikasi. Labor komputer yang representatif tentunya sangat dibutuhkan.”Kita sangat berharap kebutuhan ini dapat terpenuhi, karena memang sangat mendesak,” tutup Ikrom. (KRO/RD/SM)